Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, serta melakukan deteksi dini risiko hipertensi pada remaja usia 15–17 tahun di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tingginya kerentanan remaja akibat faktor genetik dan paparan gaya hidup tidak sehat menjadi dasar urgensi pelaksanaan kegiatan intervensi ini. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi tiga tahap utama, yaitu: (1) skrining kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah secara berkala, (2) edukasi interaktif mengenai pemenuhan gizi seimbang dan pembatasan konsumsi makanan cepat saji serta makanan asin, dan (3) evaluasi tingkat pemahaman menggunakan kuesioner pre-test dan post-test kepada 38 siswa. Hasil skrining dan pendataan menunjukkan adanya urgensi intervensi, di mana ditemukan 42,1% remaja memiliki riwayat genetik hipertensi keluarga, 50% remaja sering mengonsumsi makanan cepat saji (fast food), dan 42,1% mengonsumsi makanan berkadar natrium tinggi dengan frekuensi 1–2 kali seminggu. Melalui kegiatan edukasi ini, terjadi peningkatan pemahaman dan kesadaran remaja secara signifikan mengenai pentingnya pembatasan pola makan tidak sehat. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa program edukasi dan deteksi dini berbasis sekolah efektif dalam membangun kesadaran preventif remaja. Direkomendasikan adanya keberlanjutan program pemeriksaan tekanan darah berkala di UKS sebagai langkah pemantauan kesehatan remaja secara mandiri.