Aborsi masalah kesehatan reproduksi yang kompleks khususnya remaja putri. Kurangnya pengetahuan yang benar mengenai aborsi berpotensi mendorong pengambilan keputusan yang salah dan meningkatkan risiko terjadinya praktik aborsi tidak aman yang dapat membahayakan kesehatan bahkan mengancam keselamatan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tingkat pengetahuan siswa putri tentang aborsi di SMKN 1 Candipuro, Lampung Selatan, sebagai upaya awal dalam memahami kebutuhan edukasi kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, melibatkan 66 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner tertutup berisi 20 pernyataan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 59 siswa (89,4%), sedangkan 5 siswa (7,6%) memiliki pengetahuan cukup, dan hanya 2 siswa (3,0%) yang berada pada kategori pengetahuan kurang. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa meskipun sebagian besar siswa memiliki pengetahuan baik, masih terdapat kelompok kecil yang membutuhkan perhatian khusus, sehingga peran guru, orang tua, serta tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan informasi yang akurat mengenai aborsi menjadi sangat penting untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman dan risiko praktik aborsi tidak aman.