Nadhira Febrianti Chandra
Universitas Trunodjoyo Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Prosedur Penanganan Dan Sistem Tempat Redistribusi Pangan Surplus Pada Program Makan Bergizi Gratis Di Sekolah Dasar Nadhira Febrianti Chandra; Zahwa Sahara; Hana Rosyida; Siti Nurhaliza; Dwi Apriliana Zubaidatul Islamiyah; Eriq Ilham Surya Novanta; Ahmad Sudi Pratikno
Elementary School: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an Vol. 13 No. 2 (2026): ELEMENTARY SCHOOL (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ke-SD-an)
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/esjurnal.v13i2.4854

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan upaya pemerintah dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik di sekolah dasar. Namun, mekanisme pengadaan berbasis kuota kaku berpotensi menimbulkan surplus logistik akibat ketidakhadiran siswa. Penelitian studi kasus kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis prosedur penanganan makanan tidak terdistribusi, mengidentifikasi kendala operasional guru, serta mengkaji alur redistribusi pangan surplus di UPTD SDN Karangleman, Kabupaten Bangkalan. Data diperoleh melalui observasi non-partisipan terstruktur menggunakan skala Guttman selama satu minggu, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam bersama lima informan yang terdiri atas kepala sekolah, guru pengelola MBG, guru kelas rendah, guru kelas tinggi, dan perwakilan wali murid untuk memperkuat triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total pasokan 137 porsi harian, ditemukan surplus rata-rata sebanyak 12 porsi pauk matang (tingkat surplus 8,76%) akibat siswa absen. Penanganan surplus dikelola secara bertahap meliputi identifikasi presensi, pemisahan fisik, dan proses pengemasan ulang (re-packaging) manual menggunakan logistik mandiri akibat kewajiban pengembalian wadah katering. Kendala operasional utama mencakup keterbatasan fasilitas penyimpanan higienis (chiller) serta bertambahnya beban kerja sekunder non-akademik guru. Meskipun demikian, alur redistribusi eksternal berbasis sistem titipan antarteman yang searah geografis terbukti efektif mencapai target zero food waste (0% makanan terbuang). Implikasi praktis penelitian ini menegaskan perlunya penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) tata kelola pangan darurat sekolah dan penerapan sistem kuota pengadaan yang lebih fleksibel (flexible quota).