Mesin screw compressor merupakan salah satu peralatan utilitas penting dalam industri manufaktur karena berfungsi menyediakan udara bertekanan untuk mendukung sistem pneumatik, aktuator, kontrol, dan peralatan bantu produksi. Gangguan pada mesin ini dapat menyebabkan terhentinya proses produksi dan menurunkan produktivitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan sistem perawatan mesin screw compressor menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM). Metode yang digunakan meliputi analisis downtime, perhitungan Mean Time Between Failure (MTBF), Mean Time To Repair (MTTR), availability, Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), Logic Tree Analysis (LTA), serta penyusunan keputusan perawatan berbasis RCM. Berdasarkan data historis Januari sampai Desember 2025, total downtime mesin mencapai 740 jam dengan 33 kejadian kerusakan. Hasil perhitungan menunjukkan nilai MTBF sebesar 243,03 jam, MTTR sebesar 22,42 jam, dan availability sebesar 91,55%. Hasil FMEA menunjukkan bahwa kegagalan dominan adalah temperatur tinggi dengan RPN 405, screw noise dengan RPN 336, dan motor compressor short dengan RPN 300. Usulan kebijakan perawatan berbasis RCM meliputi condition-based maintenance, preventive maintenance, dan time-based maintenance sesuai tingkat risiko dan konsekuensi kegagalan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa penerapan usulan RCM berpotensi menurunkan downtime menjadi 513 jam atau sebesar 30,68% dan meningkatkan availability menjadi 94,14%. Dengan demikian, metode RCM dapat digunakan sebagai pendekatan sistematis untuk meningkatkan keandalan mesin dan produktivitas sistem produksi.