Abdul Aziz
Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengembangan Industri Pariwisata Melalui Model Pentahelix Di Desa Wisata Cipaniis Kabupaten Kuningan Shilpha Dwi Putri Aida; Syaeful Bakhri; Abdul Aziz
Journal of Sharia Tourism and Hospitality Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Sharia Tourism and Hospitality
Publisher : Department of Sharia Tourism, Faculty of Islamic Economics and Business UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/jetour.v4i1.123

Abstract

Pariwisata diketahui sebagai sektor yang berkembang di bidang jasa dengan menawarkan kegiatan rekreasi dan bersantai ria. Pengembangan pariwisata sangat diperlukan karena mengingat bahwa sektor ini dibutuhkan oleh kalangan masyarakat setempat. Disamping itu, ruang lingkup pariwisata menyangkup desa wisata. Desa wisata merupakan suatu desa yang berkembang dan dijadikan sebagai pusat kegiatan wisata bagi lingkungan di sekitarnya. Sebuah desa yang dapat dikategorikan menjadi desa wisata, tentunya memiliki ciri khas dan karakteristik yang dapat dikembangkan pada sektor pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan industri pariwisata melalui model pentahelix. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dan teknik analisis data menggunakan teknik SWOT. Data penelitian terdiri dari wawancara. observasi dan dokumentasi. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Wisata Cipaniis yang berada di Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) implementasi model pentahelix dalam pengembangan desa wisata Cipaniis, peran dari lima unsur pentahelix seperti akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah dan media sudah sesuai dengan perannya. Akan tetapi, terdapat dua unsur pentahelix yang kurang menonjol yaitu akademisi dan media. 2) faktor internal dan eksternal dalam pengembangan desa wisata Cipaniis sudah diidentifikasi dan hendak ditindaklanjuti. 3) peran dan paritisipasi masyarakat desa wisata Cipaniis masih sangat rendah, sehingga pengembangan wisata di desa menjadi terhambat. Berdasaarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa desa wisata Cipaniis belum maksimal dalam melaksanakan pengembangan pariwisata. Rencana-rencana pembangunan dan pengembangan masih belum terlaksana dengan baik dikarenakan banyak aspek yang belum maksimal untuk dijalankan. Kata Kunci: Pengembangan Pariwisata, Desa Wisata, Pentahelix.
Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) Artha Graha Peduli dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis Eka Destarada Sesunan; Abdul Aziz; Anton Sudrajat
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 9 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i9.12999

Abstract

This study aims to analyze the implementation of social care values ​​in the Corporate Social Responsibility (CSR) program of Artha Graha Peduli (AGP) which consists of five main pillars, namely environmental conservation, disaster management, social community, community empowerment, and law and justice, from the perspective of the Qur'an and hadith. This study uses a descriptive qualitative method with a normative and conceptual approach. The data sources used include primary data in the form of the Qur'an and hadith, as well as secondary data from reputable scientific journals (Scopus and Sinta), books, and reports related to the AGP program. Data collection techniques are carried out through literature studies and documentation, while data analysis uses a descriptive and thematic approach to relevant verses of the Qur'an and hadith. The results of the study indicate that the implementation of the five pillars of AGP has a high level of conformity with Islamic values, particularly within the framework of maqashid sharia which includes protection of life (hifz an-nafs), wealth (hifz al-mal), reason (hifz al-‘aql), descendants (hifz an-nasl), and religion (hifz ad-din). The AGP program also reflects the main values ​​in Islam such as ta’awun (mutual assistance), ihsan (goodness), ukhuwah (brotherhood), and justice (‘adl). In addition, the CSR practices carried out by AGP are not only philanthropic, but have developed towards a more holistic approach through the concept of Corporate Social and Safety Responsibility (CSSR) which integrates social, ethical, safety, and sustainability aspects. This study also found that the implementation of AGP CSR can be categorized as Islamic Corporate Social Responsibility (ICSR), namely the integration of sharia principles and modern CSR practices oriented towards the benefit (maslahah) and welfare of society in a sustainable manner. Thus, AGP represents a concrete implementation of Islamic social responsibility values ​​in a modern context, encompassing not only social dimensions but also spiritual, ethical, and sustainable ones. This study concludes that integrating Islamic values ​​into CSR practices can strengthen the effectiveness of social programs and enhance a company's social legitimacy. Therefore, strengthening the implementation of Islamic-based CSR through a maqasid sharia approach and collaboration with religious and social institutions is necessary to create a broader and more sustainable impact.