Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI PENGELOLAAN WISATA EDUKASI EDUTRAIN PT. KAI DAERAH OPERASI (DAOP) 5 PURWOKERTO Nadhifah Nurkholifah; Usman; Abdul Muizz Wadud
Journal of Sharia Tourism and Hospitality Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Sharia Tourism and Hospitality
Publisher : Department of Sharia Tourism, Faculty of Islamic Economics and Business UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70095/jetour.v4i1.128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan program wisata edukasi Edutrain di PT KAI DAOP 5 Purwokerto dalam meningkatkan literasi transportasi publik dan okupansi sarana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan Edutrain secara inovatif mengoptimalkan okupansi KA Kamandaka melalui konsep experiential learning yang memadukan edukasi perkeretaapian dengan harga kompetitif. Berdasarkan analisis Five Forces Porter, program ini memiliki posisi tawar dominan karena hambatan masuk bagi kompetitor yang sangat tinggi, sementara ancaman produk pengganti diredam melalui inovasi berkelanjutan seperti program Healthy Train dan strategi bundling layanan. Keberhasilan program ini didukung oleh pengorganisasian yang solid melalui kolaborasi lintas divisi serta pemberdayaan komunitas pecinta kereta api untuk mengatasi keterbatasan SDM. Meskipun menghadapi kendala kapasitas dan antrean jadwal yang panjang, implementasi fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang sistematis dan evaluasi rutin menjadikan Edutrain sebagai model wisata edukasi yang kompetitif, disiplin, dan efektif dalam memperkuat loyalitas pelanggan serta citra perusahaan. Kata Kunci: Manajemen Strategis, Edutrain, Five Forces Porter, Wisata Edukasi, Transportasi Kereta Api.
PERAN KELEMBAGAAN KOPERASI CITRA ALAM MANDIRI DAN BUMDES CISANTANA DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA CURUG PUTRI PALUTUNGAN, KABUPATEN KUNINGAN Humairoh Sholihah; Didi Sukardi; Usman
Journal Management SMC Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Pariwisata dan Logistik (JMPL)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/y3x6yd33

Abstract

Penelitian ini membahas peran kelembagaan Koperasi Citra Alam Mandiri dan BUMDes Cisantana dalam pengelolaan Objek Wisata Curug Putri Palutungan di Kabupaten Kuningan. Pengelolaan wisata alam di kawasan desa membutuhkan pembagian peran dan kolaborasi yang jelas antar lembaga agar mampu mendukung keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembagian peran kelembagaan, bentuk kolaborasi, serta tingkat keberhasilan peran Koperasi Citra Alam Mandiri dan BUMDes Cisantana dalam pengelolaan objek wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pihak koperasi, BUMDes, serta pihak terkait lainnya. Data dianalisis dengan menggunakan perspektif teori kelembagaan Douglas North, teori kolaborasi Goodwin, serta model Community Based Tourism (CBT) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Citra Alam Mandiri berperan sebagai pengelola utama Objek Wisata Curug Putri Palutungan berdasarkan izin kemitraan dengan Taman Nasional Gunung Ciremai, dengan tanggung jawab pada aspek operasional wisata. Sementara itu, BUMDes Cisantana berperan sebagai lembaga pendukung yang fokus pada pengelolaan kebersihan dan pengangkutan sampah kawasan wisata. Bentuk kolaborasi antara kedua lembaga bersifat terbatas dan fungsional, terutama pada aspek lingkungan, serta belum didukung oleh perjanjian kerja sama formal yang mengatur kontribusi ekonomi terhadap desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran kelembagaan Koperasi dan BUMDes telah berjalan sesuai dengan kewenangan masing-masing, namun kolaborasi yang terjalin masih perlu diperkuat agar mampu meningkatkan sinergi kelembagaan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi desa.
PERAN KELEMBAGAAN KOPERASI CITRA ALAM MANDIRI DAN BUMDES CISANTANA DALAM PENGELOLAAN OBJEK WISATA CURUG PUTRI PALUTUNGAN, KABUPATEN KUNINGAN Humairoh Sholihah; Didi Sukardi; Usman
Journal Management SMC Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Manajemen Pariwisata dan Logistik (JMPL)
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen Pariwisata dan Logistik Lentera Mondial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3333/y3x6yd33

Abstract

Penelitian ini membahas peran kelembagaan Koperasi Citra Alam Mandiri dan BUMDes Cisantana dalam pengelolaan Objek Wisata Curug Putri Palutungan di Kabupaten Kuningan. Pengelolaan wisata alam di kawasan desa membutuhkan pembagian peran dan kolaborasi yang jelas antar lembaga agar mampu mendukung keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembagian peran kelembagaan, bentuk kolaborasi, serta tingkat keberhasilan peran Koperasi Citra Alam Mandiri dan BUMDes Cisantana dalam pengelolaan objek wisata tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan pihak koperasi, BUMDes, serta pihak terkait lainnya. Data dianalisis dengan menggunakan perspektif teori kelembagaan Douglas North, teori kolaborasi Goodwin, serta model Community Based Tourism (CBT) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Koperasi Citra Alam Mandiri berperan sebagai pengelola utama Objek Wisata Curug Putri Palutungan berdasarkan izin kemitraan dengan Taman Nasional Gunung Ciremai, dengan tanggung jawab pada aspek operasional wisata. Sementara itu, BUMDes Cisantana berperan sebagai lembaga pendukung yang fokus pada pengelolaan kebersihan dan pengangkutan sampah kawasan wisata. Bentuk kolaborasi antara kedua lembaga bersifat terbatas dan fungsional, terutama pada aspek lingkungan, serta belum didukung oleh perjanjian kerja sama formal yang mengatur kontribusi ekonomi terhadap desa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran kelembagaan Koperasi dan BUMDes telah berjalan sesuai dengan kewenangan masing-masing, namun kolaborasi yang terjalin masih perlu diperkuat agar mampu meningkatkan sinergi kelembagaan dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi desa.