Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan program wisata edukasi Edutrain di PT KAI DAOP 5 Purwokerto dalam meningkatkan literasi transportasi publik dan okupansi sarana. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan Edutrain secara inovatif mengoptimalkan okupansi KA Kamandaka melalui konsep experiential learning yang memadukan edukasi perkeretaapian dengan harga kompetitif. Berdasarkan analisis Five Forces Porter, program ini memiliki posisi tawar dominan karena hambatan masuk bagi kompetitor yang sangat tinggi, sementara ancaman produk pengganti diredam melalui inovasi berkelanjutan seperti program Healthy Train dan strategi bundling layanan. Keberhasilan program ini didukung oleh pengorganisasian yang solid melalui kolaborasi lintas divisi serta pemberdayaan komunitas pecinta kereta api untuk mengatasi keterbatasan SDM. Meskipun menghadapi kendala kapasitas dan antrean jadwal yang panjang, implementasi fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) yang sistematis dan evaluasi rutin menjadikan Edutrain sebagai model wisata edukasi yang kompetitif, disiplin, dan efektif dalam memperkuat loyalitas pelanggan serta citra perusahaan. Kata Kunci: Manajemen Strategis, Edutrain, Five Forces Porter, Wisata Edukasi, Transportasi Kereta Api.
Copyrights © 2026