Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Program Makan Bergizi Gratis: Studi pada Model Komunikasi dan Disposisi Birokrasi di Tingkat Daerah Yuyun Fitriani; Ade Maulidya
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 6 No 1: April (2026)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v6i1.3102

Abstract

Program MBG merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi peserta didik, menurunkan angka stunting, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan terhadap berbagai aktor yang terlibat dalam implementasi program, seperti pemerintah daerah, Badan Gizi Nasional, dinas pendidikan, dinas kesehatan, sekolah, penyedia makanan, serta penerima manfaat. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antaraktor telah berjalan cukup baik, namun masih menghadapi kendala berupa perubahan kebijakan yang cepat, ketidaksamaan penerimaan informasi, keterlambatan penyampaian jadwal distribusi, dan koordinasi lintas sektor yang belum optimal. Dari aspek sumber daya, dukungan anggaran dan personel relatif memadai, tetapi masih terdapat kesenjangan kompetensi sumber daya manusia serta variasi kapasitas pelaksanaan antarwilayah. Disposisi pelaksana menunjukkan komitmen yang tinggi dalam mendukung keberhasilan program, sedangkan struktur birokrasi telah didukung oleh standar operasional prosedur (SOP), namun fragmentasi organisasi dan koordinasi antarlembaga masih menjadi tantangan implementasi. Penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan Program MBG tidak hanya ditentukan oleh besarnya dukungan anggaran, tetapi juga dipengaruhi oleh efektivitas komunikasi, kecukupan sumber daya, komitmen pelaksana, serta birokrasi yang terintegrasi. Penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penyempurnaan tata kelola implementasi menjadi rekomendasi utama untuk meningkatkan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis di tingkat daerah.
Local Resources Development: Model Pembangunan Desa Berbasis Sumber Daya Lokal Untuk Menekan Angka Migrasi Internasional Yuyun Fitriani; Ari Gusnita; Eka Gustinasari; Hasbi Maulana Yusuf; Jordan Aditya Radenda; Sulistiani Sulistiani
Jurnal Administrasi Politik dan Sosial Vol 6 No 3 (2025): JAPS Desember 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46730/japs.v6i3.302

Abstract

This study is motivated by the high number of productive-age residents in Kota Metro who choose to work abroad, while villages still need productive human resources to develop their local potential. The research aims to analyze a Local Resources Development (LRD) model as an effort to reduce international migration. Using a descriptive qualitative method through document studies and interviews, the findings show that the utilization of local potential such as agriculture, micro, small and medium enterprises (MSMEs), and the creative economy has not been optimal and therefore has not reduced migration pressures. Migration is further driven by the seasonal nature of agriculture, limited MSME capital, and the lack of technological and digital marketing support. The proposed LRD model emphasizes the use of natural resources, strengthening of creative economies based on local wisdom, capacity-building for human resources, and collaboration between government and the private sector. This model is expected to provide sustainable employment alternatives and improve community welfare, thereby reducing international migration.