Kegiatan penambangan terbuka pada daerah dengan curah hujan tinggi, seperti di PT. J Resources Bolaang Mongondow, menghadapi permasalahan utama berupa masuknya air ke dalam pit yang dapat mengganggu operasional, menurunkan produktivitas, serta meningkatkan risiko keselamatan. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan sistem penyaliran tambang yang efektif, khususnya melalui metode mine dewatering dengan penggunaan pompa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya volume air yang masuk ke Pit Main Ridge, menentukan spesifikasi pompa yang sesuai, serta menghitung kebutuhan dan waktu operasi pompa untuk mendukung kegiatan penambangan. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pengolahan data curah hujan selama periode 2015–2025. Analisis dilakukan menggunakan distribusi Gumbel untuk menentukan curah hujan rencana, dilanjutkan dengan perhitungan intensitas hujan, debit limpasan, dan kebutuhan pompa berdasarkan kondisi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan rencana sebesar 168,72 mm/hari dengan intensitas 58,49 mm/jam. Volume air yang harus dikeluarkan bervariasi tiap kuartal, yaitu pada Q1 sebesar 8.139,88 m³/hari, Q2 sebesar 7.534,00 m³/hari, Q3 sebesar 8.856,40 m³/hari dan pada Q4, volume air yang harus dikeluarkan terdiri dari Sump 3 sebesar 1.697,52 m³/hari, Sump 4 sebesar 2.760,71 m³/hari, dan Sump 5 sebesar 4.768,02 m³/hari. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan pompa, digunakan pompa tipe KSB LCC M 100 400 dengan kapasitas debit sebesar 600 m³/jam. Waktu operasi pompa yang dibutuhkan pada Q1 adalah 13,39 jam, Q2 selama 12,40 jam, Q3 selama 14,57 jam, Q4 Sump 3 selama 4,54 jam, dan Q4 Sump 5 selama 7,84 jam. Dengan demikian, kebutuhan pompa pada setiap kuartal adalah satu unit pompa untuk mengeringkan sump pada area penambangan.