Film sering digunakan untuk merepresentasikan berbagai fenomena psikologis dan sosial yang terjadi dalam kehidupan manusia. Salah satu fenomena yang banyak muncul dalam film adalah obsesi, yaitu kondisi ketika seseorang memiliki keterikatan pikiran dan emosi yang sangat kuat terhadap individu, hubungan tertentu, kebutuhan emosional, pengalaman pribadi, keinginan yang belum terpenuhi, maupun tujuan yang ingin dicapai sehingga perhatian individu terus terpusat pada hal tersebut. Dalam kondisi tertentu, obsesi dapat memengaruhi cara berpikir, proses penilaian terhadap situasi, pengelolaan emosi, pengambilan keputusan, kontrol diri, hubungan interpersonal, serta tindakan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena tersebut terlihat pada karakter Alisha dalam film Fiksi. (2008) karya Mouly Surya yang menunjukkan perkembangan obsesi hingga memunculkan berbagai bentuk perilaku menyimpang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi obsesi pada karakter Alisha serta menjelaskan hubungan antara obsesi dan perilaku menyimpang melalui perspektif psikologi kriminal dan kriminologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi terhadap adegan, dialog, dan tindakan tokoh dalam film. Data diperoleh dari film Fiksi. (2008), buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obsesi Alisha berkembang dari kebutuhan emosional yang tidak terpenuhi, perasaan kesepian, kebutuhan akan kedekatan, serta keinginan untuk memperoleh perhatian dan keterhubungan dengan individu yang menjadi pusat perhatiannya. Perkembangan obsesi tersebut memengaruhi cara Alisha memaknai hubungan sosial, mengelola emosi, mengendalikan impuls, memahami batasan sosial, dan menentukan tindakannya. Kondisi tersebut mendorong munculnya perilaku seperti pengamatan berulang, pelanggaran privasi, manipulasi, penguntitan, kebohongan, tindakan agresif, serta bentuk perilaku lain yang bertentangan dengan norma sosial. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa mekanisme displacement berperan dalam proses pengalihan kebutuhan emosional dan konflik psikologis Alisha ke dalam obsesinya terhadap Bari. Penelitian ini menunjukkan bahwa film Fiksi. (2008) merepresentasikan keterkaitan antara obsesi, kebutuhan emosional, kesepian, konflik psikologis, displacement, kontrol diri, relasi interpersonal, dan perilaku menyimpang sebagai proses yang berkembang secara bertahap sepanjang alur cerita.