Khamim Jazuli Ahmad
Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Transmisi, Transformasi, dan Resepsi Al-Qur'an dalam Tradisi Tahlil Amanat di Pesantren Al-Fattah Tulungagung Khamim Jazuli Ahmad; Ahmad Zainal Abidin
Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies Vol. 4 No. 1 (2026): Al-Shamela : Journal of Quranic and Hadith Studies
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/alshamela.v4i1.1929

Abstract

Penelitian ini mengkaji tradisi tahlil amanat di Pondok Pesantren Putra Menara Al-Fattah Mangunsari Tulungagung sebagai manifestasi living Qur'an yang mencakup proses transmisi, transformasi, dan resepsi Al-Qur'an dalam kehidupan sosial-keagamaan pesantren. Tujuan penelitian adalah mendeskripsi-kan bagaimana tradisi tahlil amanat diwariskan dari masa ke masa, menganalisis transformasi yang terjadi pada bentuk dan fungsinya, serta mengungkap pola resepsi jamaah terhadap nilai-nilai Qur'ani yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam dengan 13 informan (kyai, santri, dan jamaah), serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, tahlil amanat memiliki akar teologis yang kuat dalam Al-Qur'an dan hadis, ditransmisikan melalui jaringan pesantren dengan mekanisme pembiasaan, dawuh kyai, dan regenerasi santri. Kedua, tradisi ini mengalami transformasi signifikan pada aspek bentuk (dari berkat nasi ke sistem amplop), fungsi (dari ritual privat ke praktik sosial-filantropis), kelembagaan, dan makna. Ketiga, resepsi jamaah terhadap tahlil amanat bersifat multilapis mencakup dimensi spiritual (sedekah bagi leluhur), moral (kewajiban anak kepada orang tua), dan sosial (kepercayaan terhadap otoritas pesantren). Tradisi ini merepresentasikan living Qur'an yang dinamis di mana nilai-nilai Qur'ani tentang doa, sedekah, dan solidaritas teraktualisasi dalam format sosial yang hidup. Penelitian ini sekaligus memperkaya kajian living Qur’an melalui perspektif kelembagaan pesantren yang belum banyak disentuh oleh studi-studi sebelumnya, sekaligus menawarkan kerangka analisis transmisi-transformasi-resepsi yang relevan diterapkan pada kajian tradisi keagamaan serupa di komunitas lain.