Meningkatnya kasus gangguan kesehatan mental, kriminalitas pelajar, dan bunuh diri anak di Indonesia menunjukkan adanya krisis karakter dan spiritualitas pada generasi muda. Banyak remaja mengalami kecemasan, depresi, tekanan psikologis, dan krisis identitas akibat pengaruh keluarga, lingkungan sosial, tekanan akademik, serta penggunaan media digital yang tidak terkontrol. Kondisi ini menegaskan pentingnya sistem pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan spiritual, moral, dan karakter peserta didik. Dalam perspektif pendidikan Islam, penanaman keimanan produktif menjadi fondasi penting dalam membentuk keseimbangan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial peserta didik. Kebaruan penelitian ini terletak pada konsep keimanan produktif yang tidak hanya dipahami sebagai keyakinan teologis, tetapi diwujudkan melalui pembiasaan perilaku positif, penguatan kesehatan mental, dan peningkatan prestasi belajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penanaman keimanan dalam membentuk karakter, menjaga kesehatan mental, dan meningkatkan prestasi peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di MI Bait Qur’any. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan ibadah, keteladanan guru, budaya religius sekolah, dan pendampingan emosional mampu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, kejujuran, serta meningkatkan kesehatan mental, motivasi belajar, dan prestasi peserta didik. The increasing cases of mental health disorders, student delinquency, and child suicide in Indonesia indicate a crisis of character and spirituality among the younger generation. Many adolescents experience anxiety, depression, psychological pressure, and identity crises influenced by family conditions, social environments, academic pressures, and uncontrolled use of digital media. This condition highlights the importance of an educational system that not only focuses on cognitive aspects but also emphasizes the strengthening of students’ spiritual, moral, and character development. From the perspective of Islamic education, the cultivation of productive faith serves as an essential foundation for developing students’ spiritual, intellectual, emotional, and social balance. The novelty of this study lies in the concept of productive faith, which is not merely understood as a theological belief but is implemented through the habituation of positive behavior, the strengthening of mental health, and the improvement of academic achievement. This study aims to analyze strategies for cultivating faith in shaping character, maintaining mental health, and improving students’ achievement. The study employed a qualitative approach using a case study method at MI Bait Qur’any. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and then analyzed descriptively using qualitative techniques. The findings reveal that the habituation of worship practices, teachers’ role modeling, a religious school culture, and emotional mentoring successfully foster discipline, responsibility, honesty, mental well-being, learning motivation, and students’ academic achievement.