Father absence may be associated with various psychological challenges among Generation Z, particularly in self-acceptance, social relationships, and the development of life goals. However, studies simultaneously examining the roles of problem-focused coping and social support in predicting psychological well-being among Generation Z individuals experiencing father absence, particularly in Karawang Regency, remain limited. This study aimed to analyze the roles of problem-focused coping and social support in predicting the psychological well-being of Generation Z individuals experiencing father absence in Karawang Regency. A quantitative approach with a predictive correlational design was employed. The sample consisted of 349 Generation Z respondents selected through nonprobability quota sampling. Data were collected using a problem-focused coping scale, the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and Ryff’s Psychological Well-Being Scale. The data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. The results showed that problem-focused coping and social support jointly played significant roles in predicting psychological well-being. Partially, both problem-focused coping and social support were positive and significant predictors of psychological well-being. Social support demonstrated a stronger predictive role than problem-focused coping. These findings indicate that individuals with a greater ability to address problems actively and higher levels of perceived social support tend to have better psychological well-being. ABSTRAK Ketiadaan peran ayah dapat berkaitan dengan berbagai tantangan psikologis pada Generasi Z, terutama dalam penerimaan diri, hubungan sosial, dan pembentukan tujuan hidup. Namun, penelitian yang secara simultan menguji peran strategi koping berfokus pada masalah dan dukungan sosial dalam memprediksi kesejahteraan psikologis pada Generasi Z yang mengalami ketiadaan peran ayah, khususnya di Kabupaten Karawang, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran strategi koping berfokus pada masalah dan dukungan sosial dalam memprediksi kesejahteraan psikologis Generasi Z yang mengalami ketiadaan peran ayah di Kabupaten Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional prediktif. Sampel penelitian terdiri atas 349 responden Generasi Z yang dipilih melalui teknik sampling nonprobabilitas dengan metode kuota. Data dikumpulkan menggunakan skala strategi koping berfokus pada masalah, Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Ryff’s Psychological Well-Being Scale. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi koping berfokus pada masalah dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan signifikan dalam memprediksi kesejahteraan psikologis. Secara parsial, strategi koping berfokus pada masalah dan dukungan sosial masing-masing menjadi prediktor positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis. Dukungan sosial menunjukkan peran prediktif yang lebih kuat dibandingkan strategi koping berfokus pada masalah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan individu dalam menghadapi masalah secara aktif dan semakin besar dukungan sosial yang dipersepsikan, semakin tinggi pula kesejahteraan psikologisnya.