Gladis Corinna Marsha
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PERCEIVED SOCIAL SUPPORT TERHADAP PENYESUAIAN DIRI PADA SISWA SEKOLAH RAKYAT BANJARBARU Nur Assyifa; Dicky Listin Quarta; Gladis Corinna Marsha
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13282

Abstract

ABSTRACT Adapting to life in a boarding school presents a substantial challenge for students of Sekolah Rakyat, as they are required to develop independence while adjusting to a new social environment and daily routines away from their families. Within this context, perceived social support is often regarded as a psychological resource that facilitates adjustment, although previous empirical findings have produced inconsistent evidence regarding its role. This study investigated the relationship between perceived social support and self-adjustment among 85 students of Sekolah Rakyat Banjarbaru using a quantitative correlational approach. Data were collected through the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) and the Self-Adjustment Scale, and subsequently analyzed using simple linear regression. The findings revealed that perceived social support had a statistically significant effect on self-adjustment (p < 0.01), but the relationship was negative. Moreover, the coefficient of determination (R² = 0.08) indicated that perceived social support accounted for only 8% of the variance in students' self-adjustment, suggesting that other factors play a more substantial role in shaping their adaptive capacity. Therefore, the observed negative association should be interpreted cautiously and should not be taken to imply that social support impedes adjustment. Rather, the findings highlight the complexity of the adjustment process in boarding school settings and underscore the importance of fostering students' independence alongside strengthening their adaptive skills through targeted educational programs. ABSTRAK Proses adaptasi menjadi salah satu tantangan utama bagi siswa Sekolah Rakyat yang menjalani kehidupan di lingkungan boarding school, terutama karena mereka harus membangun kemandirian sekaligus menyesuaikan diri dengan sistem kehidupan yang berbeda dari lingkungan keluarga. Dalam konteks tersebut, persepsi terhadap dukungan sosial sering dipandang sebagai sumber daya psikologis yang membantu proses penyesuaian, meskipun bukti empiris mengenai perannya masih belum konsisten. Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan kedua aspek tersebut pada 85 siswa Sekolah Rakyat Banjarbaru melalui pendekatan kuantitatif korelasional. Pengukuran dilakukan menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) dan Self Adjustment Scale, sedangkan hubungan antarvariabel dianalisis dengan regresi linear sederhana. Analisis memperlihatkan bahwa perceived social support memiliki pengaruh yang signifikan terhadap self adjustment (p < 0,01), tetapi dengan arah hubungan negatif. Besarnya kontribusi variabel tersebut relatif terbatas, ditunjukkan oleh koefisien determinasi sebesar R² = 0,08, sehingga hanya mampu menjelaskan sekitar 8% variasi penyesuaian diri siswa. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kemampuan beradaptasi di lingkungan boarding school lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lain di luar persepsi dukungan sosial. Oleh sebab itu, hubungan negatif yang ditemukan tidak dapat dimaknai bahwa dukungan sosial menghambat penyesuaian diri, melainkan perlu dipahami secara kontekstual sesuai karakteristik kehidupan di Sekolah Rakyat. Temuan ini memperkuat pentingnya pengembangan program yang tidak hanya memperhatikan dukungan sosial, tetapi juga memfasilitasi pembentukan kemandirian serta keterampilan adaptasi siswa.
PENGARUH KETERHUBUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENGGEMAR K-POP Askhiya Najwa Syahida; Gladis Corinna Marsha; Rizqi Amalia Aprianty
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14856

Abstract

ABSTRACT Social connectedness is an important aspect in understanding the psychological well-being of K-Pop fans because fandom activities provide opportunities for individuals to interact and develop social bonds. This study aimed to examine the relationship between social connectedness and psychological well-being among K-Pop fans in Banjarmasin. A quantitative approach with a correlational design was employed, involving 100 K-Pop fans selected using purposive sampling. Data were collected using social connectedness and psychological well-being scales and analyzed using JASP version 0.97.1 through the Pearson correlation test and simple linear regression. The results indicated a positive and significant relationship between social connectedness and psychological well-being, with r = 0.69 and p < 0.01. The regression analysis yielded an R² value of 0.47, indicating that social connectedness accounted for 47% of the variance in psychological well-being within the research model. These findings indicate that K-Pop fans with higher levels of social connectedness tend to have higher levels of psychological well-being. The findings emphasize the importance of the social dimension in understanding the psychological well-being of K-Pop fans, while also indicating that other factors beyond the research model are associated with variations in psychological well-being. ABSTRAK Keterhubungan sosial menjadi salah satu aspek penting dalam memahami kesejahteraan psikologis penggemar K-Pop karena aktivitas fandom menyediakan ruang bagi individu untuk berinteraksi dan membangun keterikatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keterhubungan sosial dan kesejahteraan psikologis pada penggemar K-Pop di Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 100 penggemar K-Pop yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala keterhubungan sosial dan skala kesejahteraan psikologis, kemudian dianalisis menggunakan JASP versi 0.97.1 melalui uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keterhubungan sosial dan kesejahteraan psikologis dengan nilai r = 0,69 dan p < 0,01. Hasil regresi menunjukkan nilai R² = 0,47, yang berarti keterhubungan sosial menjelaskan 47% variasi kesejahteraan psikologis dalam model penelitian. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggemar K-Pop dengan keterhubungan sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi. Hasil penelitian menegaskan pentingnya dimensi sosial dalam memahami kesejahteraan psikologis penggemar K-Pop, sekaligus menunjukkan adanya faktor lain di luar model yang turut berkaitan dengan kesejahteraan psikologis.