Rizqi Amalia Aprianty
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH SOCIAL COMPARISON TERHADAP SELF-ESTEEM PADA GENERASI Z Najwa Azzahra; Rizqi Amalia Aprianty; Dyta Setiawati Hariyono
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13284

Abstract

ABSTRACT Digital environments have become an integral part of Generation Z's daily lives, increasing opportunities for social comparison through social media and shaping how individuals evaluate themselves. Against this background, the present study examined the influence of social comparison on self-esteem among Generation Z individuals who actively use social media. A quantitative correlational approach was employed, involving 106 Generation Z university students residing in Banjarmasin, Indonesia. Participants were recruited using a non-probability sampling technique, while data were collected through reliable social comparison and self-esteem instruments. Data were analyzed using normality testing, Pearson correlation analysis, and simple linear regression with statistical software. The findings indicated that the data were normally distributed and revealed a significant positive relationship between social comparison and self-esteem. Furthermore, the regression analysis confirmed that social comparison significantly predicted self-esteem. Nevertheless, the contribution of social comparison was not sufficient to explain the overall variation in self-esteem, suggesting that additional psychological and social factors are also involved. These findings provide further empirical evidence that self-evaluation among Generation Z is shaped, in part, by ongoing comparison processes within digital environments and highlight the need for future studies to incorporate broader explanatory variables in understanding self-esteem. ABSTRAK Ruang digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Generasi Z, sehingga proses membandingkan diri dengan orang lain melalui social media semakin sering terjadi dan berpotensi memengaruhi cara individu menilai dirinya. Kondisi tersebut mendorong penelitian ini untuk mengeksplorasi pengaruh social comparison terhadap self-esteem pada Generasi Z yang aktif menggunakan social media. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional yang melibatkan 106 mahasiswa Generasi Z di Kota Banjarmasin. Responden dipilih melalui teknik non-probability sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen social comparison dan self-esteem yang telah memenuhi kriteria reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji korelasi Pearson, dan uji regresi linear sederhana menggunakan perangkat lunak statistik. Hasil analisis menunjukkan bahwa data berdistribusi normal serta terdapat hubungan positif yang signifikan antara social comparison dan self-esteem. Analisis regresi juga mengonfirmasi bahwa social comparison memberikan pengaruh yang signifikan terhadap self-esteem. Meskipun demikian, besarnya kontribusi variabel tersebut belum sepenuhnya menjelaskan variasi self-esteem, sehingga mengindikasikan keterlibatan faktor psikologis maupun sosial lainnya. Temuan ini memperkaya pemahaman mengenai dinamika evaluasi diri pada Generasi Z dengan menunjukkan bahwa pengalaman membandingkan diri di lingkungan digital menjadi salah satu proses yang berperan dalam pembentukan self-esteem, sekaligus membuka peluang pengembangan penelitian dengan model yang lebih komprehensif.
PENGARUH KETERHUBUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PENGGEMAR K-POP Askhiya Najwa Syahida; Gladis Corinna Marsha; Rizqi Amalia Aprianty
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i4.14856

Abstract

ABSTRACT Social connectedness is an important aspect in understanding the psychological well-being of K-Pop fans because fandom activities provide opportunities for individuals to interact and develop social bonds. This study aimed to examine the relationship between social connectedness and psychological well-being among K-Pop fans in Banjarmasin. A quantitative approach with a correlational design was employed, involving 100 K-Pop fans selected using purposive sampling. Data were collected using social connectedness and psychological well-being scales and analyzed using JASP version 0.97.1 through the Pearson correlation test and simple linear regression. The results indicated a positive and significant relationship between social connectedness and psychological well-being, with r = 0.69 and p < 0.01. The regression analysis yielded an R² value of 0.47, indicating that social connectedness accounted for 47% of the variance in psychological well-being within the research model. These findings indicate that K-Pop fans with higher levels of social connectedness tend to have higher levels of psychological well-being. The findings emphasize the importance of the social dimension in understanding the psychological well-being of K-Pop fans, while also indicating that other factors beyond the research model are associated with variations in psychological well-being. ABSTRAK Keterhubungan sosial menjadi salah satu aspek penting dalam memahami kesejahteraan psikologis penggemar K-Pop karena aktivitas fandom menyediakan ruang bagi individu untuk berinteraksi dan membangun keterikatan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara keterhubungan sosial dan kesejahteraan psikologis pada penggemar K-Pop di Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 100 penggemar K-Pop yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala keterhubungan sosial dan skala kesejahteraan psikologis, kemudian dianalisis menggunakan JASP versi 0.97.1 melalui uji korelasi Pearson dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara keterhubungan sosial dan kesejahteraan psikologis dengan nilai r = 0,69 dan p < 0,01. Hasil regresi menunjukkan nilai R² = 0,47, yang berarti keterhubungan sosial menjelaskan 47% variasi kesejahteraan psikologis dalam model penelitian. Temuan tersebut menunjukkan bahwa penggemar K-Pop dengan keterhubungan sosial yang lebih tinggi cenderung memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih tinggi. Hasil penelitian menegaskan pentingnya dimensi sosial dalam memahami kesejahteraan psikologis penggemar K-Pop, sekaligus menunjukkan adanya faktor lain di luar model yang turut berkaitan dengan kesejahteraan psikologis.