Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH FATHER-LOVE ABSENCE TERHADAP INSECURE ATTACHMENT TIPE PREOCCUPIED PADA WANITA DEWASA AWAL GENERASI Z INDONESIA Nabila Aulia; Zulmi Yusra
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.13895

Abstract

This study was motivated by the phenomenon of Generation Z early adult women who exhibit a tendency toward preoccupied insecure attachment in romantic relationships, characterized by fear of abandonment, emotional dependency, and a strong need for validation from their partners. One factor presumed to contribute to this condition is father-love absence, defined as the lack of paternal affection, attention, and emotional involvement during childhood. Although previous studies have extensively examined father absence and fatherlessness, research specifically investigating father-love absence as a form of emotional paternal absence and its association with preoccupied insecure attachment among Generation Z early adult women in Indonesia remains limited. Therefore, this study aimed to examine the effect of father-love absence on preoccupied insecure attachment among Generation Z early adult women in Indonesia. This study employed a quantitative approach with an associative research design. A total of 385 participants were selected using accidental sampling. Data were collected using the Father-Love Absence Scale (FLAS) and the Attachment Style Questionnaire (ASQ) and analyzed using simple linear regression with JASP version 0.19.3. The results revealed that father-love absence had a positive and significant effect on preoccupied insecure attachment (β = 0.515, t = 11.746, p < .001), with a coefficient of determination (R²) of 0.265. These findings indicate that higher levels of father-love absence are associated with a greater tendency to develop preoccupied insecure attachment among Generation Z early adult women. This study highlights the importance of fathers' emotional involvement in fostering adaptive attachment patterns during early adulthood and provides a basis for developing psychoeducational and family-based intervention programs to promote healthier interpersonal relationships. ABSTRAK Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena wanita dewasa awal Generasi Z yang menunjukkan kecenderungan insecure attachment tipe preoccupied dalam hubungan romantis, seperti ketakutan kehilangan pasangan, ketergantungan emosional, serta kebutuhan yang tinggi akan validasi. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap kondisi tersebut adalah pengalaman father-love absence, yaitu kurangnya kasih sayang, perhatian, dan keterlibatan emosional ayah selama masa perkembangan. Meskipun penelitian mengenai father absence dan fatherlessnes telah banyak dilakukan, kajian yang secara khusus mengkaji pengaruh father-love absence terhadap insecure attachment tipe preoccupied pada wanita dewasa awal Generasi Z di Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh father-love absence terhadap insecure attachment tipe preoccupied pada wanita dewasa awal Generasi Z di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sebanyak 385 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan Father-Love Absence Scale (FLAS) dan Attachment Style Questionnaire (ASQ), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan perangkat lunak JASP versi 0.19.3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa father-love absence berpengaruh positif dan signifikan terhadap insecure attachment tipe preoccupied (β = 0,515; t = 11,746; p < 0,001) dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,265. Temuan penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi pengalaman father-love absence, semakin tinggi kecenderungan wanita dewasa awal Generasi Z untuk mengembangkan insecure attachment tipe preoccupied. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan emosional ayah merupakan salah satu faktor penting dalam pembentukan pola kelekatan pada masa dewasa awal serta menjadi dasar bagi pengembangan psikoedukasi dan intervensi keluarga untuk mendukung hubungan interpersonal yang lebih sehat.