Pekerja pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) umumnya memperoleh keterampilan kerja secara informal melalui pengalaman atau tradisi keluarga tanpa mendapatkan pendidikan formal mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3), sebagaimana ditemukan pada pekerja Pabrik Tahu Pak Afif di Bandar Lampung. Kondisi tersebut ditunjukkan oleh rendahnya penggunaan alat pelindung diri, lingkungan kerja yang berdebu dengan ventilasi kurang memadai, serta keluhan gangguan muskuloskeletal akibat aktivitas manual yang intensif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi K3 pekerja melalui pendidikan nonformal dengan mengintegrasikan prinsip andragogi dan kerangka Work Improvement in Small Enterprise (WISE), sehingga proses pembelajaran sesuai dengan pengalaman kerja dan kebutuhan praktis peserta. Program dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi berkelanjutan. Hasil belajar diukur menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan K3 dengan rata-rata kenaikan skor sebesar dua poin pada lima pekerja peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan nonformal berbasis andragogi efektif meningkatkan kesadaran dan literasi keselamatan kerja pada komunitas pekerja UMKM. Workers in micro, small, and medium enterprises (MSMEs) generally acquire work skills informally through experience or family tradition without receiving formal education on occupational safety and health (OSH), as observed among workers at Pak Afif's Tofu Factory in Bandar Lampung. This condition is reflected in the low usage of personal protective equipment, a dusty work environment with inadequate ventilation, and complaints of musculoskeletal disorders resulting from intensive manual activities. This community service activity aimed to improve workers' OSH literacy through non-formal education by integrating andragogical principles and the Work Improvement in Small Enterprise (WISE) framework, ensuring the learning process aligns with the participants' work experience and practical needs. The program was implemented through the stages of planning, preparation, implementation, and continuous evaluation. Learning outcomes were measured using pre-tests and post-tests. The results showed an increase in OSH knowledge, with an average score increase of two points among the five participating workers. These findings indicate that non-formal education based on andragogy is effective in enhancing safety awareness and literacy within MSME worker communities.