Akselerasi digital pada industri kesehatan memerlukan fondasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga cerdas secara teknologi. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas tata kelola Teknologi Informasi (TI) dengan mengadopsi kerangka kerja COBIT 2019 guna mempersiapkan "SDM Cerdas" di RSU Full Bethesda. Uniknya, rumah sakit ini menjadi subjek penelitian karena masih menjalankan operasional secara konvensional tanpa dukungan sistem informasi terintegrasi, sehingga penyiapan aspek manusia menjadi krusial sebelum digitalisasi dilakukan. Fokus evaluasi ditekankan pada domain Align, Plan, and Organize khususnya proses APO07 (Managed Human Resources).Melalui metode kuantitatif deskriptif dan melibatkan 35 responden kunci, penelitian ini mengungkap bahwa tingkat kapabilitas tata kelola SDM di RSU Full Bethesda saat ini berada pada Level 1 (Initial) dengan skor rata-rata 1,85. Angka ini mencerminkan bahwa praktik pengelolaan kompetensi digital masih bersifat sporadis dan belum terlembaga secara formal. Analisis kesenjangan menunjukkan adanya jarak sebesar 1,15 dari target Level 3 (Defined) yang diharapkan manajemen. Titik kritis hambatan ditemukan pada parameter penilaian kinerja yang belum mengintegrasikan aspek literasi digital, yang pada akhirnya memengaruhi kesiapan staf dalam menghadapi perubahan sistem.Hasil penelitian menegaskan bahwa kerangka kerja COBIT 2019 sangat aplikatif sebagai alat deteksi dini kesiapan organisasi dalam fase pra-digitalisasi. Peneliti merumuskan langkah taktis berupa pembaruan standar rekrutmen, pemberdayaan agen perubahan di setiap unit, serta penyusunan peta jalan pelatihan yang berkelanjutan. Strategi ini diharapkan mampu mereduksi resistensi budaya kerja dan memastikan bahwa investasi teknologi di masa mendatang di RSU Full Bethesda didukung oleh kapabilitas SDM yang mumpuni.