Shafa Tasya Salsabila
Sekolah Tinggi Teknologi Industri Padang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Rancang Bangun Alat Pemipil Jagung Menggunakan Penggerak Motor Listrik Dengan Metode Quality Function Deployment (Qfd) Tri Ernita; Aziati Ridha Khairi; Shafa Tasya Salsabila; Ade Prima Putra
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/n850g851

Abstract

Sebagai komoditas pertanian yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan industri pakan, jagung memerlukan penanganan pascapanen yang tepat agar kehilangan hasil dapat diminimalkan. Salah satu tahapan penting dalam penanganan tersebut adalah pemipilan, karena proses ini masih sering dilakukan secara manual oleh petani dan berpotensi menimbulkan kehilangan hasil serta membutuhkan waktu kerja yang relatif lama. Sudjudi (2004) menyatakan bahwa kehilangan hasil pada tahap pemipilan dapat mencapai 4%, sementara total kehilangan hasil jagung di tingkat petani mencapai 5,2%. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan rancangan alat pemipil jagung semi mekanis yang mudah digunakan, terjangkau, dan mampu membantu petani dalam meningkatkan efisiensi proses pemipilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quality Function Deployment. Hasil yang dapat disimpulkan dalam pengelohan data berdasarkan penyebaran kuesioner yaitu terdapat 10 atribut kebutuhan konsumen dan 10 respon teknis yang menjadi jawaban dari kebutuhan konsumen, respon teknis yang menjadi urutan pokok prioritas dalam perancangan alat pemipil jagung dimulai dari peringkat pertama hingga terakhir yaitu peringkat pertama Menggunakan saklar on/off untuk menghidupkan motor listrik, Menggunakan bahan besi siku, Tidak memakai bahan bakar, Dinamo ¼ HP, Menggunakan cat minyak, Perawatan mudah, Harga terjangkau, Warna biru, Terdapat pisau ulir, dan Pengelasan. Terdapat enam tahapan proses yang mana dimulai Pengukuran, Pemotongan, Pengeboran, Pembuatan ulir as mata pisau, Perakitan, dan Pengujian
Penerapan Konsep 5S Terhadap Kinerja Karyawan Pada Area Laboratorium PT. Surveyor Indonesia Henny Yulius; Tri Ernita; Thahira Tigris; Shafa Tasya Salsabila; Ali Sutan Nasution
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/wtdngq52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya bukti empiris tentang penerapan 5S di laboratorium jasa pengujian Indonesia, yang umumnya hanya terfokus pada manufaktur dan gudang. Padahal, laboratorium uji memiliki tuntutan khas seperti akurasi pengujian, ketertelusuran alat, dan keselamatan kerja, sehingga 5S dipilih sebagai fondasi lean yang paling relevan untuk mengatasi penataan ruang, visualisasi, kebersihan, standardisasi, dan disiplin. Tujuan penelitian adalah menganalisis perubahan implementasi 5S dan kinerja karyawan di PT. Surveyor Indonesia Cabang Batam. Metode yang digunakan adalah kuantitatif studi kasus dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan 20 karyawan (total sampling). Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, checklist audit 5S, dan kuesioner skala Likert. Analisis mencakup persentase implementasi, uji instrumen, uji normalitas selisih skor, paired t-test, serta Cohen's dz. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan implementasi 5S dari 44,8% (cukup) menjadi 84,2% (sangat baik), dengan lonjakan tertinggi pada Shitsuke (47 poin) dan Seiri (45 poin). Uji paired t-test mengonfirmasi perbedaan kinerja karyawan yang signifikan pada taraf 5%, dengan ukuran efek besar (dz = 1,77-2,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa 5S berkontribusi lebih dari sekadar housekeeping, melainkan sebagai mekanisme pembentukan budaya kerja yang tertata, aman, dan berorientasi mutu. Kebaruan penelitian terletak pada konteks laboratorium jasa pengujian di Indonesia serta integrasi audit 5S, pengukuran kinerja, ukuran efek, dan pembahasan validitas internal secara komprehensif.
Rancang Bangun Alat Pemipil Jagung Menggunakan Penggerak Motor Listrik Dengan Metode Quality Function Deployment (Qfd) Tri Ernita; Aziati Ridha Khairi; Shafa Tasya Salsabila; Ade Prima Putra
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/n850g851

Abstract

Sebagai komoditas pertanian yang banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan pangan dan industri pakan, jagung memerlukan penanganan pascapanen yang tepat agar kehilangan hasil dapat diminimalkan. Salah satu tahapan penting dalam penanganan tersebut adalah pemipilan, karena proses ini masih sering dilakukan secara manual oleh petani dan berpotensi menimbulkan kehilangan hasil serta membutuhkan waktu kerja yang relatif lama. Sudjudi (2004) menyatakan bahwa kehilangan hasil pada tahap pemipilan dapat mencapai 4%, sementara total kehilangan hasil jagung di tingkat petani mencapai 5,2%. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan rancangan alat pemipil jagung semi mekanis yang mudah digunakan, terjangkau, dan mampu membantu petani dalam meningkatkan efisiensi proses pemipilan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quality Function Deployment. Hasil yang dapat disimpulkan dalam pengelohan data berdasarkan penyebaran kuesioner yaitu terdapat 10 atribut kebutuhan konsumen dan 10 respon teknis yang menjadi jawaban dari kebutuhan konsumen, respon teknis yang menjadi urutan pokok prioritas dalam perancangan alat pemipil jagung dimulai dari peringkat pertama hingga terakhir yaitu peringkat pertama Menggunakan saklar on/off untuk menghidupkan motor listrik, Menggunakan bahan besi siku, Tidak memakai bahan bakar, Dinamo ¼ HP, Menggunakan cat minyak, Perawatan mudah, Harga terjangkau, Warna biru, Terdapat pisau ulir, dan Pengelasan. Terdapat enam tahapan proses yang mana dimulai Pengukuran, Pemotongan, Pengeboran, Pembuatan ulir as mata pisau, Perakitan, dan Pengujian
Penerapan Konsep 5S Terhadap Kinerja Karyawan Pada Area Laboratorium PT. Surveyor Indonesia Henny Yulius; Tri Ernita; Thahira Tigris; Shafa Tasya Salsabila; Ali Sutan Nasution
Jurnal Sains dan Teknologi: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknologi Industri Vol. 26 No. 1 (2026): Regular Issue
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI INDUSTRI PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36275/wtdngq52

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya bukti empiris tentang penerapan 5S di laboratorium jasa pengujian Indonesia, yang umumnya hanya terfokus pada manufaktur dan gudang. Padahal, laboratorium uji memiliki tuntutan khas seperti akurasi pengujian, ketertelusuran alat, dan keselamatan kerja, sehingga 5S dipilih sebagai fondasi lean yang paling relevan untuk mengatasi penataan ruang, visualisasi, kebersihan, standardisasi, dan disiplin. Tujuan penelitian adalah menganalisis perubahan implementasi 5S dan kinerja karyawan di PT. Surveyor Indonesia Cabang Batam. Metode yang digunakan adalah kuantitatif studi kasus dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan 20 karyawan (total sampling). Pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, checklist audit 5S, dan kuesioner skala Likert. Analisis mencakup persentase implementasi, uji instrumen, uji normalitas selisih skor, paired t-test, serta Cohen's dz. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan implementasi 5S dari 44,8% (cukup) menjadi 84,2% (sangat baik), dengan lonjakan tertinggi pada Shitsuke (47 poin) dan Seiri (45 poin). Uji paired t-test mengonfirmasi perbedaan kinerja karyawan yang signifikan pada taraf 5%, dengan ukuran efek besar (dz = 1,77-2,01). Temuan ini mengindikasikan bahwa 5S berkontribusi lebih dari sekadar housekeeping, melainkan sebagai mekanisme pembentukan budaya kerja yang tertata, aman, dan berorientasi mutu. Kebaruan penelitian terletak pada konteks laboratorium jasa pengujian di Indonesia serta integrasi audit 5S, pengukuran kinerja, ukuran efek, dan pembahasan validitas internal secara komprehensif.