Ni Luh Putu Nefa Pradnyandari
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Al-Azhar Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Jenis Kelamin, Self-Efficacy, dan Kepatuhan Menjalani Terapi dengan Kualitas Hidup Pasien Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Kota Mataram Ni Luh Putu Nefa Pradnyandari; Dian Rahadianti; Sherliyanah Sherliyanah; Kadek Dwi Pramana
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 8 (2026): Volume 6 Nomor 8 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i8.24268

Abstract

ABSTRACT Patients with Chronic Kidney Disease (CKD) undergoing hemodialysis may experience complications such as discomfort and a decreased quality of life, encompassing physical, psychological, and spiritual aspects. The quality of life of patients is influenced by gender, self-efficacy, and adherence to therapy. This study aimed to determine the relationship between gender, self-efficacy, and therapy adherence with the quality of life of patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at RSUD Kota Mataram in 2025. This study employed a quantitative analytic observational design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was consecutive sampling, with a total of 84 respondents. Data were analyzed using the Chi-square test. The results of the univariate analysis showed that most respondents were female 43 (48.8%), high self-efficacy 53 (63.1%), therapy adherence 68 (81%), and high quality of life 53 (63.1%). Bivariate analysis showed significant relationships between gender and quality of life (p-value 0.001), self-efficacy and quality of life (p-value 0.000), and therapy adherence and quality of life (p-value 0.018). In conclusion, there were significant relationships between gender, self-efficacy, and therapy adherence with the quality of life of patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis at RSUD Kota Mataram in 2025. Keywords: Quality of Life, Chronic Kidney Disease, Gender, Self-Efficacy, Therapy Adherence.  ABSTRAK Pasien Penyakit Ginjal Kronik (PGK) yang menjalani hemodialisis dapat mengalami komplikasi seperti ketidaknyamanan serta penurunan kualitas hidup yang mencakup aspek fisik, psikologis, dan spiritual. Kualitas hidup pasien dipengaruhi oleh jenis kelamin, self-efficacy, dan kepatuhan menjalani terapi. Tujuan penelitian adalah mengetahui hubungan jenis kelamin, self-efficacy, dan kepatuhan terapi dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Kota Mataram tahun 2025. Metode penelitian ini kuantitatif analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Sampel penelitian sebanyak 84 responden. Data dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan sebgaian besar perempuan 43 (48,8%), self-efficacy tinggi 53 (63,1%), patuh menjalani terapi 68 (81%) dan kualitas hidup tinggi 53 (63,1%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kualitas hidup (p-value 0,001), terdapat hubungan antara self-efficacy dengan kualitas hidup (p-value 0,000) dan terdapat hubungan antara kepatuhan menjalani terapi dengan kualitas hidup (p-value 0,018). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin, self-efficacy, dan kepatuhan menjalani terapi dengan kualitas hidup pasien pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Kota Mataram 2025. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Penyakit Ginjal Kronik, Jenis Kelamin, Self-Efficacy, Kepatuhan Terapi.