Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

PERANAN KARBOHIDRAT DAN PROTEIN PADA FASE PEMULIHAN PASCA-LATIHAN Dian Rahadianti
JURNAL KEDOKTERAN Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.611 KB) | DOI: 10.36679/kedokteran.v4i1.53

Abstract

Fase berakhirnya latihan atau periode pemulihan pasca-latihan (post exercise recovery) merupakan salah satu bagian dari latihan yang dapat diatur dalam memperbaiki performa latihan endurance melalui strategi nutrisi pasca-latihan untuk pemulihan latihan yang optimal. Gambaran dan diskusi beberapa penelitian dengan fokus pada efek pemberian karbohidrat dan kombinasi karbohidrat-protein setelah latihan pada fase pemulihan dihubungkan dengan tingkat glikogen otot dan onset kelelahan menunjukkan hasil yang bervariasi pada performa latihan. Meskipun demikian penelitian yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan bahwa asupan karbohidrat maupun kombinasi karbohidrat-protein merupakan suatu pedoman yang dapat dijadikan sebagai dasar dalam pengelolaan adaptasi selama latihan untuk meningkatkan kapasitas dan kepatuhan dalam berpartisipasi dalam latihan/olahraga.
PENGARUH PERASAN KUNYIT PUTIH (Curcuma mangga Val) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus Verani Citra Dewi; Mochamad Maswan; Dian Rahadianti
JURNAL KEDOKTERAN Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan flora normal di tubuh manusia namun bisa juga menjadi pathogen utama pada manusia, karena dapat hidup dalam keadaan yang sulit dan mampu membentuk koloni. Bakteri ini sering resisten terhadap berbagai jenis obat sehingga mempersulit pemilihan antimikroba yang sesuai untuk terapi. Kunyit putih (Curcuma mangga Val) mempunyai bahan aktif yaitu tanin, flavonoid dan minyak atsiri yang mempunyai efek antimikroba. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perasan kunyit putih (Curcuma mangga Val) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan jenis penelitian True Experiment dengan rancangan Posttest dengan Kelompok Kontrol (Posttest Only Control Group Design), menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 24 perlakuan dan 6 kali ulangan. Sampel penelitian adalah perasan kunyit putih (Curcuma mangga Val) dengan konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100%, 2 kelompok kontrol terdiri dari kontrol positif siprofloksasin dan kontrol negatif aquades steril. Daya hambat diperoleh berdasarkan pengukuran zona hambat dan data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji One Way Anova. Hasil penelitian zona hambatan untuk Staphylococcus aureus pada konsentrasi 25% (16,5 mm); 50% (17,3 mm); 75% (18 mm) dan 100% (18,5 mm). Pada konsentrasi yang paling tinggi menghasilkan daerah zona hambat yang terlebar. Hasil uji One Way Anova diperoleh nilai signifikan yakni 0,015 lebih kecil dari p value: 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa konsentrasi perasan kunyit putih (Curcuma mangga Val) dapat mempengaruhi pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Kunyit putih (Curcuma mangga Val) mempunyai pengaruh daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
SISTEM IMUNITAS ALAMIAH DAN SISTEM IMUNITAS ADAPTIF Dian Rahadianti; Herlinawati Herlinawati
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 3 (2022): Nusantara Hasana Journal, August 2022
Publisher : Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The immune system is a collection of immune cells found in the blood and lymph fluid, in tissues and organs that work together to protect the body against attack by foreign substances, such as microbes (bacteria, fungi, and parasites), viruses, cancer cells, and toxins. The immune system is very complex, which can recognize and remember millions of different foreign substances. Immunity or resistance to infection is obtained from the activity and intact function of two closely related systems, namely the innate immune system and the acquired immune system (adaptive immune system). Exterior defenses, such as skin and mucous membranes, phagocytic leukocytes and serum proteins are elements of the innate immune system, which act nonspecifically against foreign substances or cells without having to recognize a specific identity. The adaptive immune system differs from the innate immune system, depending on the specific recognition by lymphocytes of foreign substances or cells. Understanding the functional interactions between the innate and adaptive immune systems is very important in future disease investigations and therapeutics.
HUBUNGAN NILAI VO2 MAX DAN INDEKS MASSA TUBUH PADA ATLET NTB Dian Rahadianti
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 5 (2022): Nusantara Hasana Journal, October 2022
Publisher : Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Physical fitness level can reflect a person's aerobic capacity which can be measured by calculating the maximum volume of oxygen used during exercise (VO2 Max). Good athlete performance is characterized by a high VO2 Max value. Body Mass Index (BMI) is one of the indicators in determining nutritional status and has a close relationship with a person's physical fitness. This study aims to see the relationship between BMI and the value of VO2 Max. This study is a cross-sectional study of 88 athletes from the NTB Regional Training Center in June 2021. BMI value is measured by weight and height. The VO2 max value was assessed using the Beep Test. The data were analyzed using the Spearman rank test and the results were significant if the p-value <0.05. Most athletes have a normal BMI (78.4%) and have a VO2 max value in the good category (62.5%). There is a significant relationship between the value of VO2 Max with BMI (p = 0.000). A person's level of physical fitness as indicated by the VO2 Max value will be higher as the BMI decreases.
Simpatektomi Jantung pada Hewan Coba yang Diinduksi 6-Hidroksidopamin Dian Rahadianti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 3 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Juli 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.268 KB)

Abstract

Kelainan saraf otonom merupakan gambaran patofisiologi dari beberapa penyakit kardiovaskular. Pentingnya pemahaman terhadap patofisiologi dan pengembangan terapi baru pada penyakit kardiovaskular mendorong perkembangan strategi dalam membuat model hewan coba dengan kondisi yang melibatkan saraf otonom (simpatektomi). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh simpatektomi jantung pada hewan coba yang diinduksi 6-hidroksidopamin. Metode: Penelitian ini bersifat literature review dengan menggunakan artikel yang menggunakan metode simpatektomi kimiawi 6-hidroksidopamin (6-OHDA). Peranan pada kerja selektif 6-OHDA dalam menimbulkan kerusakan postganglion simpatik dalam menginduksi neurodegenerasi simpatik jantung dapat disarankan dengan mempertimbangkan pemilihan metode/rute administrasi, dosis dan jenis/strain hewan coba yang digunakan. Kesimpulan: Penggunaan 6-OHDA dalam membuat model hewan coba dengan denervasi simpatik dapat disarankan dalam mengevaluasi strategi pemodifikasian penyakit yang bertujuan untuk pengembangan terapi.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN SMARTPHONE DENGAN KUALITAS HIDUP PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR ANGKATAN 2019 Ni Ketut Yulina Pratiwi; Yolly Dahlia; Baiq Novaria Rusmaningrum; Dian Rahadianti
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 10 (2023): Nusantara Hasana Journal, March 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v2i10.802

Abstract

Students of the Faculty of Medicine, Al-Azhar Islamic University, since the pandemic, lecture activities have been carried out using an online system so that the use of smartphones will certainly increase. Besides that, most students will use smartphones as a diversion of boredom which makes students use smartphones outside of academics with high intensity so that it has a negative effect, both from disrupting concentration, sleep quality to interfering with their quality of life. Research objectives to find out the relationship between the intensity of smartphone use and the quality of life of students of the Al-Azhar Islamic University Faculty of Medicine class of 2019. Research method observational analytic research with a cross-sectional study design. The sampling technique used purposive sampling. The research was conducted at the Al-Azhar Islamic University Medical Faculty on January 21, 2023. The research sample was 81 respondents. The data obtained were analyzed using the chi-square correlation test. The results showed that the intensity of smartphone use was high with a very bad quality of life, namely 25 (30.9%) and respondents who had a low intensity of smartphone use with a very bad quality of life, namely 4 (4.9%). Based on the results of the analysis using Chi Square, a p-value of 0.006 (p-value <0.05) means that Ho is rejected, thus indicating that there is a relationship between the intensity of smartphone use and the quality of life of FK Unizar students Class of 2019 Conclusion: There is a relationship between the intensity of smartphone use and quality of life.
Pengaruh Latihan Fisik terhadap Nilai Vo2 Max Atlet Pelatda NTB sebagai Indikator Ketahanan Kardiorespirasi menuju Pon 2021 Dian Rahadianti
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i2.879

Abstract

Kapasitas fisik atlet berupa ketahanan kardiorespirasi merupakan komponen utama sebagai unsur penting keberhasilan dalam prestasi olahraga tidak terkecuali pada event olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2021. Indikator terbaik dari ketahanan kardiorespirasi suatu individu dapat dinilai dari pengambilan oksigen maksimal atau maximal oxygen uptake (VO2max). Seorang atlet harus berlatih untuk meningkatkan keahlian, kekuatan, dan ketangguhan diri dengan melakukan latihan yang teratur dan terprogram untuk bersaing dengan atlet lain dalam memenangkan kompetisi, termasuk daya tahan kardiorespirasi yang mumpuni. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan terhadap para atlet yang menjalani Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) Nusa Tenggara Barat (NTB). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian praeksperimen dengan rancangan one-group pre-posttest design. Subjek pada penelitian ini berjumlah 34 orang atlet dengan rentang usia 19-34 tahun Teknik sampling yang digunakan teknik consecutive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan Multi Stage Fitness Test untuk pengukuran VO2max. Pada hasil penelitian dengan uji Wilcoxon didapatkan perbedaan yang signifikan antara nilai VO2max sebelum dan setelah latihan fisik (p< 0.05) dengan nilai VO2max rata-rata sebelum latihan fisik yaitu 48.02 ±5.42 ml/kg/menit dan nilai VO2max setelah latihan fisik yaitu 49.47±5.6 ml/kg/menit. Latihan fisik yang dijalani atlet Pelatda dalam persiapan menuju PON 2021 memberikan hasil yang baik pada ketahanan kardiorespirasi atlet.
HUBUNGAN MOTIVASI BELAJAR DAN GAYA BELAJAR VARK DENGAN PRESTASI AKADEMIK MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR Syilvia Saswati; Dina Qurratu Ainin; Ronanarasafa; Dian Rahadianti
Nusantara Hasana Journal Vol. 2 No. 11 (2023): Nusantara Hasana Journal, April 2023
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v2i11.824

Abstract

Medical education is an educational process that is not easy and learning medicine is a long life learning. So it is important to have high motivation and the right learning style in order to complete medical education with satisfactory results. This study aims to determine the relationship between learning motivation and VARK learning style with academic achievement. This study used a quantitative analytic observational research design with a cross sectional study design. The sampling technique used proportionate stratified random sampling technique and obtained a sample of 81 respondents. The data obtained were analyzed with the Chi-Square correlation test. The significance value limit is (P-value <0.05). Most of the students' academic achievements were in the very good category (GPA 3.00-4.00) for 53 students (65.4%). Most of the students had a high motivation of 51 students (63.0%) and a kinesthetic learning style of 63 students (77.8%). The results of the bivariate analysis test of learning motivation and learning achievement obtained a p-value of 0.000 (p <0.05) meaning that there is a significant relationship. The results of the VARK learning style bivariate analysis test with learning achievement obtained a p-value of 0.694 (p>0.05) meaning that there was no significant relationship. There is a relationship between learning motivation and academic achievement of Al-Azhar Islamic University Medical Faculty students. However, there is no relationship between VARK learning style and academic achievement of Al-Azhar Islamic University Medical Faculty students.
Hubungan Lama Menjalani Metode Belajar Blended Learning Dengan Tingkat Kecemasan Pada Mahasiswa FK Unizar Putu Putri Megamahayani; Dina Qurratu Ainin; Dian Rahadianti; Yolly Dahlia
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2023): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.2702

Abstract

Covid-19 merupakan pandemi yang mempengaruhi seluruh aktivitas masyarakat. Pemerintah selama pandemi Covid-19 membuat kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yang mengharuskan masyarakat melakukan aktivitas dirumah salah satunya kuliah dirumah. Pada masa pandemi Covid-19 terjadi peningkatan tingkat kecemasan secara masif sebesar 25%. Peningkatan kecemasan terjadi 3 kali lebih banyak sejak pertama kali wabah Covid-19 bermunculan dibandingkan dengan sebelum terjadinya pandemi. Strategi pendidikan yang dapat disarankan ketika pandemi, yaitu dengan metode blended learning. Metode blended learning berpatok pada pembelajaran luring dan digabung dengan pembelajaran daring dapat menyebabkan beberapa ketidaknyamanan seperti peningkatan kecemasan. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara lama menjalani metode belajar blended learning dengan tingkat kecemasan mahasiswa angkatan 2019 FK UNIZAR. Jenis Penelitian analitik observasiobal, desain penelitian cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sebanyak 89 responden. Penelitian dilakukan di FK UNIZAR tanggal 20-21 Januari 2023. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Square dengan batas nilai signifikansi p-value <0,05. Responden yang menjalani metode belajar blended learning 12 bulan sebanyak 12 responden (45,6%), terdapat 8 responden (9,0%) mengalami cemas ringan, 4 responden (4,5%) cemas sedang, sedangkan yang menjalani metode blended learning 24 bulan sebanyak 77 responden (53,9%) dengan 15 responden (16,9%) cemas minimal, 21 responden (23,6%) cemas ringan, 39 reponden (43,8%) cemas sedang, dan 2 responden (2,2%) cemas berat. Berdasarkan hasil analisis bivariat ditemukan hasil signifikan antara lama menjalani metode belajar blended learning dengan tingkat kecemasan dengan nilai koefisien 0,041 (p-value <0,05). Terdapat hubungan yang signifikan antara lama menjalani metode belajar blended learning dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa FK UNIZAR
Hubungan Konsumsi Kopi, Riwayat Penggunaan Oains, dan Derajat Merokok dengan Kejadian Dispepsia Fungsional di Puskesmas Selaparang Kota Mataram Nur Hayatul Fitrah; Lalu Buly Fatrahady Utama; Dian Rahadianti; Risky Irawan Putra Priyono
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 4 (2026): Volume 8 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i4.24728

Abstract

ABSTRACT Dyspepsia is a prevalent gastrointestinal disorder commonly encountered in clinical practice, presenting with symptoms such as epigastric pain, bloating, abdominal fullness, belching, nausea, and vomiting. In west Nusa Tenggara, the number of dyspepsia cases reported at primary healthcare centers increased substantially from 36,004 cases in 2021 to 56,098 cases in 2022. Various factprs are believed to contribute to the occurrence of functional dyspepsia, including coffee consumption, the use of NSAIDs, and smoking habits; however, findings from previous studies remain inconsistent. This Study aimed to examine the asssociation between coffee consumption, history of non-streoidal anti-inflammatory drug (NSID) use, and smoking degree with the incidence of functional dyspepsia at Selaparang Primary Healthcare Center. An observational analytic study with a cross-sectional design was conducted among 92 patients selected using consecutive sampling. Coffee consumtion and NSAID use were analyzed using the Chi-Square test, while smoking degree was analyzed using the Spearmen Rank correlation test. Statistical significance was set at p0,05. Functional dyspepsia was identified in 68 respondents (73,9%). Coffee consumption was significantly associated with functional (p=0,000; PR=7,43; CI 95%: 2,76-19,9). Smoking degree also showed a significant positive correlation with use and functional dyspepsia (P=0,001; r=0,354). However, No. significant association was found between OAINS use and functional dyspepsia (p=0,411; PR=1,49; CI 95%: 0,40-5,50). Coffee consumption and smoking degree are significantly associated with functional dyspepsia, whereas OAINS use does not show a statistically significant association with functional dyspepsia. Keywords: Functional Dyspepsia, Coffee Consumption, Nsaids, Smoking. ABSTRAK Dispepsia merupakan gangguan pencernaan yang sering dijumpai di klinis dan ditandai oleh gejala nyeri epigastrium, kembung, cepat kenyang, rasa penuh di perut, sering bersendawa serta mual dan muntah.DI Nusa Tenggara Barat (NTB), pada tahun 2021 dispepsia menjadi penyakit keenam yang paling sering dijumpai di puskesmas, dengan jumlah kasus mencapai 36.004. Angka tersebut mengalami peningkatan pada tahun 2022, yakni menjadi 56.098. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya dispepsia fungsional, antara lain konsumsi kopi, penggunaan OAINS, dan kebiasaan merokok, namun hasil penelitian sebelumnya masih menunjukkan adanya perbedaan temuan.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi, riwayat penggunaan OAINS, dan derajat merokok dengan kejadian dispepsia fungsioal di Puskesmas Selaparang. Metode penelitian ini kuantitatif dengan desain analitik observasional. merupakan analitik observasional dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan tehnik Consecutive Sampling pada pasien yang berkunjung ke Puskesmas Selaparang, dengan jumlah sampel sebanyak 92 orang. Analisis data bivariat menggunakan uji Chi-Square untuk variabel konsumsi kopi dan riwayat penggunaan OAINS, serta uji Spearman Rank untuk variabel derajat merokok dengan tingkat signifikasi 0,05Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden sebanyak 68 orang mengalami dispepsia fungsional (73,9%). Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi kopi dengan dispepsia fungsional (p=0,000; PR=7,43; CI 95%: 2,76-19,9). Derajat merokok juga menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kejadian dispepsia fungsional (p=0,001; r=0,354). Sebaliknya, riwayat penggunaan OAINS tidak menunjukkan hubungan yang signifikan secara statistik dengan kejadian dispepsia fungsional (p=0,411; PR=1,49; CI 95%: 0,40-5,50). Kesimpulan dari penelitian ini adalah konsumsi kopi dan derajat merokok berhubungan signifikan dengan kejadian dispepsia fungsional, sedangkan penggunaan OAINS tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kejadian dispepsia fungsional secara statistik. Kata Kunci: Dispepsia Fungsional, Konsumsi Kopi, OAINS, Merokok.