This Author published in this journals
All Journal Jurnal Jendela Ilmu
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Keterkaitan Pola Spasial Dan Koridor Ekonomi Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Kota Sorong Aram Palilu; Ratna R. Pakpahan; Joseph E. Lopulalan; Frety Matahelumual; Wiesje Ferdinandus; Valensia L. Lumele
Jurnal Jendela Ilmu Vol 7, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Victory Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34124/ji.v7i1.243

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan pola spasial dan koridor ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kota Sorong. Kota Sorong sebagai wilayah strategis di kawasan timur Indonesia mengalami perkembangan ekonomi yang cukup pesat, terutama pada sektor perdagangan, jasa, transportasi, dan distribusi logistik. Perkembangan tersebut mendorong terbentuknya pola spasial yang memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat serta hubungan antarwilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami hubungan antara pemanfaatan ruang, perkembangan koridor ekonomi, dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Informan penelitian terdiri atas pemerintah daerah, pelaku usaha, serta masyarakat yang berada di kawasan koridor ekonomi Kota Sorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola spasial Kota Sorong berkembang mengikuti pusat-pusat aktivitas ekonomi yang terkonsentrasi pada kawasan perdagangan, pelabuhan, dan jalur transportasi utama. Koridor ekonomi berperan penting dalam memperlancar mobilitas barang, jasa, dan manusia sehingga mendorong pertumbuhan usaha masyarakat serta peningkatan akses terhadap lapangan pekerjaan. Selain itu, keberadaan koridor ekonomi juga memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, perkembangan infrastruktur, dan pertumbuhan kawasan permukiman. Namun demikian, penelitian ini juga menemukan adanya ketimpangan pembangunan antarwilayah, keterbatasan infrastruktur pendukung, dan belum optimalnya pengelolaan tata ruang kota. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pembangunan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis pemerataan wilayah agar pola spasial dan koridor ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih merata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Sorong.