Fanesa Dwi Retno Aprilia Sanjaya
Program Studi Arsitektur, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Evaluasi Kelayakan Perancangan Rusunawa di Kota Gresik berdasarkan Standar Hunian yang Layak Fanesa Dwi Retno Aprilia Sanjaya; Joko Santoso; Suko Istijanto
SADE : Jurnal Arsitektur, Planologi dan Teknik Sipil Vol 5 No 1 (2026): SADE April 2026
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sade.v5i1.171

Abstract

Rusunawa merupakan salah satu solusi penyediaan hunian vertikal yang layak dan terjangkau di kawasan perkotaan. Namun, kualitas bangunan rusunawa perlu dievaluasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan standar hunian layak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan bangunan Rusunawa Gulomantung di Kabupaten Gresik berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2007 dan SNI 03-1733-2004. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis dilakukan menggunakan tabel checklist evaluasi dengan membandingkan kondisi eksisting bangunan terhadap standar hunian layak yang meliputi aspek bangunan, keselamatan, sanitasi dan kesehatan, kenyamanan, fasilitas, serta aksesibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum Rusunawa Gulomantung telah memenuhi sebagian besar kriteria hunian layak. Aspek bangunan, sanitasi, dan aksesibilitas tergolong baik, sedangkan aspek keselamatan, fasilitas, dan kenyamanan masih belum optimal pada beberapa bagian. Aspek aksesibilitas menjadi aspek dengan tingkat kelayakan tertinggi, sementara aspek keselamatan dan fasilitas memerlukan perhatian lebih, khususnya pada penyediaan APAR, rambu evakuasi, serta peningkatan kualitas fasilitas umum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Rusunawa Gulomantung dapat dikategorikan sebagai hunian yang cukup layak, namun masih memerlukan peningkatan pada beberapa aspek agar memenuhi standar hunian yang layak secara optimal.