p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Ameena Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Perkawinan Berbasis Literasi Hukum Islam untuk Menguatkan Kesadaran Hukum Calon Pengantin Afrizal Afrizal
Ameena Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v4i2.293

Abstract

Limited understanding among prospective brides and grooms regarding marital rights, obligations, responsibilities, and legal consequences may affect their readiness to establish family life. Existing marriage education tends to emphasize general knowledge and the fulfillment of formal requirements, while Islamic legal literacy has not been adequately positioned as a central element in developing legal awareness. This study aims to analyze the concept of marriage education based on Islamic legal literacy and its contribution to strengthening the legal awareness of prospective married couples. The study employed a qualitative approach using library research. Data were obtained from books, journal articles, previous studies, laws and regulations, and other documents related to marriage education, Islamic marriage law, and legal awareness. The data were collected through documentation and analyzed using descriptive and interpretative content analysis. The findings indicate that marriage education has not fully integrated legal knowledge, understanding of legal objectives, the development of law-abiding attitudes, and the ability to apply Islamic legal principles in family life. Contextual, interactive, systematic, and continuous education has greater potential to improve prospective couples’ understanding of marital rights, obligations, conflict resolution, and the protection of each spouse’s rights. The study concludes that Islamic legal literacy should serve as a foundation for developing the materials and methods of marriage education. This study contributes to the field by proposing a conceptual framework that integrates legal knowledge, understanding, attitudes, and behavior to support the formation of legally aware, equitable, responsible, and harmonious families.
Keengganan Masyarakat Dalam Mengurus Akta Ikrar Wakaf (IAW) Meunasah Di Desa Lingkok Busu Kecamatan Mutiara Kabupaten Pidie Afrizal Afrizal
Ameena Journal Vol. 3 No. 4 (2025): Ameena Journal
Publisher : Yayasan Madinah Al-Aziziyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63732/aij.v3i4.204

Abstract

Tanah wakaf meunasah di Desa Lingkok Busu, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, umumnya masih berlandaskan pengakuan adat dan ingatan kolektif masyarakat. Praktik wakaf yang dilakukan secara turun-temurun dan lisan tanpa pencatatan administratif menyebabkan sebagian besar tanah wakaf belum memiliki Ikrar Akta Wakaf (IAW). Keengganan masyarakat dalam mengurus IAW dipengaruhi oleh ketiadaan wakif atau ahli waris, tidak lengkapnya dokumen kepemilikan, keterbatasan biaya, serta pandangan bahwa wakaf secara adat dan agama telah dianggap sah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun minat masyarakat untuk berwakaf cukup tinggi karena peran strategis meunasah, lemahnya administrasi dan koordinasi antar lembaga menyebabkan pengelolaan wakaf belum optimal dan berpotensi menimbulkan sengketa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan sosialisasi, pendampingan, dan penguatan administrasi wakaf guna menjamin kepastian hukum dan optimalisasi manfaat wakaf bagi masyarakat.