Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Daya Tarik Wisata Pemandian Mangkisi dalam Mendukung Pengembangan Ekowisata Daerah pada Nagari Balai Panjang, Kec. Lareh Sago Halaban, Kab. 50 Kota Taufiq Abdillah; Adinda Triani; Justine Dhany; Cahya Ilga Mutyarani; Hambali Hambali
Jurnal Imiah Pengabdian Pada Masyarakat (JIPM) Vol 4 No 1 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tarik Wisata Pemandian Mangkisi dalam mendukung pengembangan ekowisata daerah di Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang meliputi Wali Nagari, pengelola wisata, tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemandian Mangkisi memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Daya tarik utama kawasan ini meliputi sumber mata air alami yang jernih, panorama alam yang masih asri, dan suasana yang sejuk sehingga memberikan pengalaman wisata berbasis alam. Aksesibilitas menuju lokasi relatif baik, namun masih memerlukan peningkatan infrastruktur dan penambahan papan petunjuk arah. Fasilitas pendukung seperti area parkir, toilet, gazebo, dan warung telah tersedia, tetapi belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan pengunjung. Pengelolaan kawasan juga menunjukkan adanya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kelestarian lingkungan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan Pemandian Mangkisi sebagai kawasan ekowisata memerlukan sinergi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat melalui peningkatan fasilitas, promosi wisata, penguatan kelembagaan, serta pelestarian lingkungan agar mampu mewujudkan destinasi wisata yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.