Oktia Ayu Loisa Papona
Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Mediasi Emotional Exhaustion dalam Hubungan antara Work-Family Conflict dan Job Satisfaction pada Karyawan Wanita di Industri Perbankan: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Oktia Ayu Loisa Papona; I Gusti Ayu Agung Noviekayati
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2293

Abstract

Meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja, khususnya di industri perbankan, menghadirkan tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan Work-Family Conflict (WFC) yang berdampak pada meningkatnya Emotional Exhaustion (EE) dan menurunnya Job Satisfaction (JS). Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA 2020). Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti empiris mengenai hubungan antara Work-Family Conflict, Emotional Exhaustion, dan Job Satisfaction, serta menganalisis peran Emotional Exhaustion sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara Work-Family Conflict dan Job Satisfaction. Bukti empiris menunjukkan bahwa Emotional Exhaustion merupakan mekanisme psikologis yang penting dalam menjelaskan pengaruh Work-Family Conflict terhadap Job Satisfaction. Temuan ini mendukung Job Demands–Resources (JD-R) Model dan Conservation of Resources (COR) Theory, yang menekankan bahwa konflik pekerjaan–keluarga menguras sumber daya psikologis individu sehingga menurunkan kepuasan kerja melalui peningkatan kelelahan emosional. Kajian ini mengidentifikasi perlunya penelitian lanjutan pada konteks industri perbankan, khususnya dengan desain longitudinal dan model mediasi yang lebih komprehensif, untuk memperkaya pemahaman mengenai kesejahteraan psikologis karyawan wanita.