Adolescents living in drug-prone areas face severe psychological and social pressures that may hinder their capacity to implement adaptive coping strategies. This study aimed to analyze the relationship between psychological capital and coping strategies, with perceived social support serving as a mediating variable among adolescents living in drug-prone areas. A quantitative approach with a correlational research design was employed. The sample comprised 380 eighth-grade junior high school students from Benowo and Pakal Districts, Surabaya, selected via purposive sampling. Data were gathered using structured psychological scale questionnaires measuring psychological capital, perceived social support, and coping strategies, followed by path analysis. The findings revealed that perceived social support did not mediate the link between psychological capital and coping strategies (β=-0.00016; p=.880). Conversely, psychological capital demonstrated a statistically significant direct positive association with coping strategies (β=0.4443; p<.001). Furthermore, no significant associations were found between psychological capital and perceived social support, nor between perceived social support and coping strategies. These results indicate that psychological capital functions as an autonomous internal resource shaping coping strategies among adolescents in high-risk environments. Consequently, strengthening positive psychological capital should serve as a primary intervention priority for adolescents residing in drug-prone settings. ABSTRAK Remaja yang tinggal di wilayah rentan narkoba menghadapi berbagai tekanan psikologis dan sosial yang dapat memengaruhi kemampuan mereka dalam menggunakan strategi coping yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara psychological capital dan strategi coping dengan dukungan sosial sebagai variabel mediator pada remaja yang tinggal di wilayah rentan narkoba. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 380 siswa kelas VIII SMP di wilayah Benowo dan Pakal, Surabaya, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner skala psychological capital, skala persepsi dukungan sosial, dan skala strategi coping, kemudian dianalisis dengan analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial tidak terbukti berperan sebagai mediator dalam hubungan antara psychological capital dan strategi coping (β=-0,00016; p=0,880). Sebaliknya, psychological capital memiliki hubungan positif dan signifikan secara langsung dengan strategi coping (β=0,4443; p<0,001). Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara psychological capital dengan dukungan sosial maupun antara dukungan sosial dengan strategi coping. Temuan ini mengindikasikan bahwa psychological capital merupakan faktor internal mandiri yang berperan penting dalam membentuk strategi coping pada remaja di lingkungan berisiko. Oleh karena itu, penguatan modal psikologis positif perlu dijadikan fokus intervensi preventif primer bagi remaja di kawasan rawan narkoba.