Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Loneliness dengan Regulasi Emosi dan Perilaku Agresi pada Emerging Adulthood yang Fatherless Dieva Putri Sefira; I Gusti Ayu Agung Noviekayati; Amherstia Pasca Rina
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the relationship between Loneliness and emotion regulation onaggressive behavior in fatherless emerging adults. Using a quantitative correlationalapproach, the research involved 111 participants selected through purposive sampling. Datawere collected using the Aggression Questionnaire, the UCLA Loneliness Scale, a nd anemotion regulation scale based on Gross s (1998) theory. The results indicate a significantpositive relationship between Loneliness and aggressive behavior, as well as a significantnegative relationship between emotion regulation and aggressive beh avior. These findingshighlight that individuals experiencing Loneliness are more prone to aggressive behavior,particularly if they have low emotional regulation. This research contributes to the developmentof psychological interventions to reduce aggres sive tendencies in fatherless adolescents.Keywords:Loneliness, Emotion Regulation, Aggressive Behavior, Emerging Adulthood,FatherlessAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antaraLoneliness dan regulasi emositerhadap perilaku ag resi pada individu emerging adulthood yang mengalami kondisifatherless. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian inimelibatkan 111 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling . Data dikumpulkanmenggunakan skala Agg ression Questionnaire, UCLA Loneliness Scale, dan skala regulasiemosi berdasarkan teori Gross (1998). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positifsignifikan antara Loneliness dan perilaku agresi, serta hubungan negatif signifikan antararegulasi emosi dan perilaku agresi. Temuan ini menegaskan bahwa individu yang mengalamiLoneliness lebih rentan terhadap perilaku agresi, terutama jika mereka memiliki regulasiemosi yang rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan intervensips ikologis untuk mengurangi perilaku agresif pada remaja fatherless.Kata Kunci:Loneliness , Regulasi Emosi, Perilaku Agresi, Emerging Adulthood, Fatherless
Handling Academic Stress Among Students In Indonesia: A Systematic Literature Review Fahmy Ferdiyanto; I Gusti Ayu Agung Noviekayati; Suhadianto
International Conference on Psychology and Education (ICPE) Vol. 4 No. 1 (2025): Proceeding of The International Conference on Psychology and Education (ICPE)
Publisher : Department of Psychology, Faculty of Education, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Academic activities at school present various challenges for students. The obligations assigned must be completed immediately, sometimes becoming a demand that causes boredom both internally and externally. The purpose of this study is to collect and identify interventions to reduce academic stress levels. This study uses a systematic literature review (SLR). The literature review procedure follows the PRISMA model. Based on the selection process using the PRISMA model, 83 articles were identified. After further screening according to the PRISMA 2020 guidelines, 13 articles were deemed suitable and aligned with the research criteria and objectives for analysis. Based on the analysis and literature review, it was found that in the application of several interventions used on participants experiencing academic stress, counseling, stress management techniques, and therapy were effective in reducing stress levels. For future research, it is recommended to consider the application of interventions in various contexts, such as understanding the participants' conditions, formulating intervention plans tailored to their needs, using a systematic approach applicable in both individual and social contexts, and encouraging active participation from the participants and their social environment..
HUBUNGAN ANTARA HARGA DIRI DAN NEED TO BELONG DENGAN PRESENTASI DIRI PADA PENGGEMAR OLAHRAGA LARI YANG MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL Puja Anastatiro; I Gusti Ayu Agung Noviekayati; Aliffia Ananta
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12971

Abstract

The increasing popularity of running in Indonesia in recent years reflects not only a shift toward a healthier lifestyle but also the transformation of running into a medium of self-presentation on social media. Running activities shared through photos, videos, and performance records represent how individuals construct and display their identity in digital spaces. This study aims to examine the relationship between self-esteem and need to belong with self-presentation among running enthusiasts who use social media. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 147 running enthusiasts who actively use social media. Data were collected online using questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that self-esteem and need to belong simultaneously have a significant relationship with self-presentation, with a coefficient of determination of 0.998. Partially, need to belong contributed an effective contribution of 72.49%, while self-esteem contributed an effective contribution of 25.07% to self-presentation. These findings suggest that the need for social acceptance and belonging plays a more dominant role than internal self-evaluation in shaping self-presentation on social media among running enthusiasts. ABSTRAK Fenomena meningkatnya popularitas olahraga lari di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya menunjukkan perubahan gaya hidup sehat, tetapi juga menjadikan lari sebagai sarana presentasi diri di media sosial. Aktivitas lari yang dibagikan dalam bentuk unggahan foto, video, maupun pencapaian olahraga mencerminkan cara individu menampilkan identitas dan citra diri di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara harga diri dan need to belong dengan presentasi diri pada penggemar olahraga lari yang menggunakan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian berjumlah 147 responden penggemar olahraga lari yang aktif menggunakan media sosial. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa harga diri dan need to belong secara simultan memiliki hubungan yang signifikan dengan presentasi diri, dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,998. Secara parsial, need to belong memberikan sumbangan efektif sebesar 72,49%, sedangkan harga diri memberikan sumbangan efektif sebesar 25,07% terhadap presentasi diri. Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan untuk diterima dan diakui secara sosial memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan evaluasi diri internal dalam membentuk presentasi diri di media sosial pada penggemar olahraga lari.    
Peran Mediasi Emotional Exhaustion dalam Hubungan antara Work-Family Conflict dan Job Satisfaction pada Karyawan Wanita di Industri Perbankan: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Oktia Ayu Loisa Papona; I Gusti Ayu Agung Noviekayati
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 3 No. 2 (2026): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jipk.v3i2.2293

Abstract

Meningkatnya partisipasi perempuan dalam dunia kerja, khususnya di industri perbankan, menghadirkan tantangan dalam menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan Work-Family Conflict (WFC) yang berdampak pada meningkatnya Emotional Exhaustion (EE) dan menurunnya Job Satisfaction (JS). Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA 2020). Artikel ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti empiris mengenai hubungan antara Work-Family Conflict, Emotional Exhaustion, dan Job Satisfaction, serta menganalisis peran Emotional Exhaustion sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara Work-Family Conflict dan Job Satisfaction. Bukti empiris menunjukkan bahwa Emotional Exhaustion merupakan mekanisme psikologis yang penting dalam menjelaskan pengaruh Work-Family Conflict terhadap Job Satisfaction. Temuan ini mendukung Job Demands–Resources (JD-R) Model dan Conservation of Resources (COR) Theory, yang menekankan bahwa konflik pekerjaan–keluarga menguras sumber daya psikologis individu sehingga menurunkan kepuasan kerja melalui peningkatan kelelahan emosional. Kajian ini mengidentifikasi perlunya penelitian lanjutan pada konteks industri perbankan, khususnya dengan desain longitudinal dan model mediasi yang lebih komprehensif, untuk memperkaya pemahaman mengenai kesejahteraan psikologis karyawan wanita.