Marsya Indah Nalurita
Universitas Matana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOSIALISASI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN SISWA PROGRAM KEAHLIAN DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DI SMK TARSISIUS VIRETA Danisarah Prilly; Marsya Indah Nalurita; Adinda Safina Aulia Ambarita
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.239

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tidak hanya penting diterapkan di lingkungan industri, tetapi juga di lingkungan sekolah kejuruan yang memiliki berbagai potensi bahaya selama proses pembelajaran. Siswa Program Keahlian Desain Komunikasi Visual (DKV) menggunakan perangkat digital dan berbagai peralatan praktik yang berpotensi menimbulkan risiko ergonomi, kelistrikan, kelelahan mata, serta bahaya fisik selama proses pembelajaran, sehingga diperlukan peningkatan pengetahuan mengenai penerapan K3 sejak dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai konsep dasar K3, bahaya dan risiko, serta penerapan K3 di lingkungan sekolah melalui kegiatan sosialisasi. Kegiatan dilaksanakan pada 44 siswa kelas XI Program Keahlian DKV di SMK Tarsisius Vireta menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif dengan desain one group pre-test and post-test. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan instrumen berupa 10 soal pilihan ganda dengan rentang skor 0–100. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test melalui perangkat lunak STATA versi 16. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,05), yang menunjukkan bahwa sosialisasi K3 mampu meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya penerapan K3 di lingkungan sekolah. Kegiatan ini memberikan manfaat sebagai upaya awal dalam membangun budaya keselamatan (safety culture) pada siswa sekolah kejuruan sehingga diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih aman dan sehat.