Bima Hanafi Setya Wibowo
STKIP Modern Ngawi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

GERAKAN MASYARAKAT AKTIF MELALUI SENAM KOMUNITAS UNTUK MENINGKATKAN LITERASI AKTIVITAS FISIK DAN KEBUGARAN DI DESA PLOSO LOR I Made Dwi Sastra Wargama; Madu Sasmita; Alif Syamsuddin; Aldhi Veruzzi; Bima Hanafi Setya Wibowo
SUBSERVE: Community Service and Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Prime Identity Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67766/scsej.v4i2.257

Abstract

Menurunnya gaya hidup aktif di era globalisasi memicu rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran fisik pada masyarakat pedesaan. Di Desa Ploso Lor, Kabupaten Ngawi, persepsi mengenai aktivitas fisik sering kali mengalami bias karena pekerjaan tugas rumah dianggap sudah cukup memenuhi kebutuhan pemeliharaan kesehatan tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menginisiasi gerakan olahraga rutin yang inklusif serta membangun literasi aktivitas fisik bagi kelompok perempuan paruh baya anggota TP PKK Desa Ploso Lor melalui program Senam Komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dirancang menggunakan pendekatan persuasif-partisipatif melalui model Organisasi Masyarakat. Intervensi fisik dilakukan secara mandiri dan berkala setiap hari Minggu pagi dengan mengombinasikan sesi senam aerobik intensitas rendah hingga sedang (low tomode impact) berdurasi 45-60 menit serta integrasi kegiatan rekreasi sosial berupa fun game kelompok. Hasil dijelaskan secara kualitatif-deskriptif menggunakan metode observasi partisipatif dan catatan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan akumulasi perubahan sikap jangka pendek yang signifikan, terindikasi dari grafik kehadiran peserta yang konsistensinya stabil di atas 90% serta kedisiplinan yang tinggi. Dalam jangka panjang, kegiatan ini berhasil memicu perubahan sosial budaya berupa rekonstruksi budaya sehat baru (kebiasaan baru) yang memanfaatkan ruang publik desa secara produktif. Program ini memiliki keunggulan pada aspek inklusivitas dan operasional nirlaba, meskipun masih terdapat kelemahan berupa ketergantungan kader lokal terhadap fasilitator eksternal. Kesimpulannya, senam komunitas terbukti efektif menstimulasi kebugaran dan literasi aktivitas fisik warga desa secara preventif, dengan rencana pengembangan berupa pelatihan kader mandiri untuk menjamin program kemiskinan.