p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pemberian Air Rebusan Daun Seledri Pada Pasien Hipertensi Desa Mbatakapidu Sumba Timur: Studi Kasus Fani Anggarehi Rambu Hada; Melkisedek Landi; Umbu Putal Abselian; Umbu Nggiku Njakatara
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.924

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi tetap menjadi masalah kesehatan utama yang sering muncul di kalangan masyarakat dan memicu berbagai komplikasi seperti stroke,penyakit jantung, dan gangguan fungsi ginjal. Upaya pengendalian Hipertensi tidak hanya dilakukan melalui pengobatan medis, tetapi juga dapat didukung dengan pemanfaatan terapi herbal. Salah satu tanaman yang sering digunakan adalah daun seledri karena mengandung berbagai senyawa aktif yang diduga berperan dalam membantu menurunkan tekanan darah. Tujuan: Menggambarkan perubahan tekanan darah pada pasien hipertensi setelah pemberian rebusan daun seledri. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua pasien hipertensi. Intervensi dilakukan dengan memberikan rebusan daun seledri yang dibuat dari 200 gram daun seledri dan 600 ml air yang direbus hingga tersisa 250 ml. Rebusan diberikan satu kali sehari selama lima hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum pemberian intervensi dan diulang 30 menit setelah konsumsi rebusan daun seledri. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan tekanan darah harian. Hasil: Hasil pengamatan menunjukkan adanya penurunan tekanan darah pada kedua pasien. Rata-rata tekanan darah pasien pertama menurun dari 169,2/91,8 mmHg menjadi 159,2/85 mmHg, sedangkan pada pasien kedua menurun dari 173,6/90 mmHg menjadi 164/84 mmHg. Rerata penurunan tekanan darah sistolik masing-masing sebesar 10 mmHg dan 9,6 mmHg, sedangkan tekanan darah diastolik menurun sebesar 6,8 mmHg dan 6 mmHg. Kesimpulan: Pemberian rebusan daun seledri selama lima hari menunjukkan kecenderungan menurunkan tekanan darah pada kedua pasien hipertensi dan dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping dalam pengelolaan hipertensi.
Implementasi Penerapan Pemberian Jus Labu Siam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Keperawatan Resiko Perfusi Parifer Tidak Efektif Puskesmas Waingapu (Studi Kasus): Hipertensi Anjenita Djaga Ulle; Melkisedek Landi; Ester Randandima; Umbu Nggiku Najakatara
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.981

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu upaya non-farmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan pemberian jus labu siam (Sechium edule) yang mengandung flavonoid sebagai agen hipotensi. Tujuan: untuk mengetahui penerapan pemberian jus labu siam terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan risiko perfusi perifer tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada dua pasien hipertensi. Intervensi dilakukan dengan memberikan jus labu siam yang dibuat dari 100 gram labu siam  dan 180 ml air. Jus labu  diberikan satu kali sehari selama lima hari berturut-turut. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum pemberian intervensi dan diulang 30 menit setelah konsumsi jus labu siam . Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan perubahan tekanan darah harian. Hasil: penelitian menunjukkan bahwa setelah pemberian jus labu siam selama 5 hari, terjadi penurunan tekanan darah pada kedua pasien serta perbaikan gejala seperti sakit kepala dan pusing. Selain itu, terdapat peningkatan kondisi perfusi perifer yang ditandai dengan perbaikan warna kulit, penurunan nyeri ekstremitas, dan peningkatan aktivitas pasien. Kesimpulan: dari penelitian ini adalah pemberian jus labu siam efektif sebagai terapi non-farmakologis dalam membantu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Oleh karena itu, intervensi ini dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam asuhan keperawatan pasien hipertensi.