Diabetes Mellitus Tipe II merupakan penyakit metabolik kronisyang ditandai oleh hiperglikemia akibat gangguan sekresi dan resistensi insulin.Pengelolaan kadar gula darah dapat dilakukan melalui terapi farmakologis dannonfarmakologis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensimembantu menurunkan kadar gula darah adalah konsumsi ubi ungu (Ipomoeabatatas L.), yang kaya serat dan antosianin. Kandungan tersebut mampumemperlambat absorpsi glukosa, meningkatkan sensitivitas insulin, danmendukung pengendalian glikemik. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruhdiit ubi ungu terhadap kadar gula darah 2 jam post prandial pada pasien DiabetesMellitus Tipe II di Puskesmas Donomulyo Kabupaten Malang tahun 2025.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experiment denganpendekatan pre–post test with control group. Sebanyak 36 respondenberpartisipasi, yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Kelompok intervensidiberikan diit ubi ungu sesuai takaran yang ditentukan, sedangkan kelompokkontrol tidak mendapatkan perlakuan. Kadar Gula Darah Puasa (GDP) dan GulaDarah 2 Jam Post Prandial (G2PP) diukur menggunakan glukometer digital.Analisis data menggunakan Independent t-test dengan tingkat signifikansi α =0,05. Hasil Penelitian: Rata-rata GDP pre-test kelompok intervensi sebesar168,00 mg/dL dan kontrol 153,00 mg/dL. Setelah intervensi, rata-rata G2PPkelompok intervensi menurun menjadi 159,71 mg/dL, sedangkan kelompokkontrol meningkat menjadi 232,00 mg/dL. Hasil uji statistik menunjukkan tidakterdapat perbedaan signifikan pada GDP (p = 0,139), namun terdapat perbedaansangat signifikan pada G2PP (p = 0,000). Kesimpulan: Diit ubi ungu terbuktiberpengaruh signifikan dalam menurunkan kadar gula darah sewaktu, terutamapada parameter G2PP. Intervensi ini sebagai strategi nonfarmakologis dalampengendalian gula darah pasien DM Tipe II.