Nabella Daranda Putri
Institut Kesehatan Rajawali

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Bersalin Di RSUD Lembang Tahun 2025 Anditri Melati Fitria; Tasya Dwi Indriani; Intan Karlina; Nurul Tri Nurlita; Aulia Zahra Alhafidz; Ai Pitri; Meira Keysha Nuryani Mardiyana; Nabella Daranda Putri; Siti Nurhalizah; Clarisa Salsabila; Syifa Siti Nurjanah; Aufatul Hawa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1046

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi obstetri yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan morbiditas ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor usia dan paritas ibu bersalin dengan kejadian KPD di RSUD Lembang pada tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 126 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari total rekam medis pasien bersalin yang lengkap. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square . Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara usia ibu dengan kejadian KPD ( p-value = 0,007), dimana proporsi KPD lebih dominan pada kelompok usia ekstrem (<20 tahun atau >35 tahun) sebesar 67,7%. Selain itu, ditemukan pula hubungan yang berarti antara karakteristik paritas dengan kejadian KPD ( p-value = 0,001), dengan persentase kejadian KPD mencapai 68,9% pada kelompok paritas berisiko (primipara dan grande multipara). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa usia reproduksi ekstrem dan tingkat paritas yang berisiko merupakan indikator ibu yang krusial terhadap risiko terjadinya robekan selaput ketuban dini. Oleh karena itu, disarankan bagi penyedia layanan kesehatan untuk memperkuat sistem deteksi dini dan pemantauan antenatal yang lebih optimal.