Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penguatan Kesehatan Reproduksi pada Remaja Mengenai Bahaya HIV di SMA Kota Bandung Intan Karlina; Diani Aliansy; Amalia tuhfatul Adla; Tasya Mardiani Aisyah; Syalwa Rifti Merlisya; Nuraeni Nuraeni; Linda Nurlaelawati; Citra Eltary Debora Sirait
Jurnal Medika: Medika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ygxp5422

Abstract

HIV/AIDS merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang hingga saat ini masih menjadi tantangan serius, termasuk di Indonesia, khususnya di kalangan remaja yang beradapada masa transisi menuju kedewasaan. Rendahnya tingkat pengetahuan, adanya perilaku berisiko, serta kuatnya stigma sosial terkait HIV/AIDS menjadi faktor utama meningkatnya kasus pada kelompok usia ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya HIV/AIDS, cara penularan, pencegahan, serta pentingnya sikap tidak diskriminatif terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) melalui kegiatan penyuluhan di SMA Pasundan 5 Bandung. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi edukasi melalui ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab dengan menggunakan media presentasi dan booklet serta evaluasi pre-test dan post-test terhadap 38 siswakelas XII. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, yang ditandai dengan kemampuan peserta dalam menjelaskan pengertian HIV/AIDS, faktor risiko, cara penularan dan pencegahan, serta meluruskan mitos dan fakta yang keliru terkait HIV/AIDS. Selain itu, peserta menunjukkan sikap yang lebih positif dan terbuka terhadap isu HIV/AIDS. Kegiatan ini membuktikan bahwa penyuluhan kesehatan yang dilakukan secara interaktif dengan dukungan media edukatif sederhana efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai pencegahan HIV/AIDS. Program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan edukasi berkelanjutan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pencegahan HIV/AIDS pada remaja.  
Faktor usia ibu sebagai determinan perdarahan postpartum di RSUD Lembang tahun 2025 Tasya Dwi Indriani; Intan Karlina; Enjeh Latipah Nuraeni; Putri Dewi Purwanti; Hilmi Yanti Siti Masitoh; Salsabilla Konita Putri; Riska Puteri Fadilah; Maulida Al Avissina; Meylinda Dewi Anggraeni; Nazma Raine Hamzah; Nurhasanah Nurhasanah; Ai Nely Susanti; Chinta Salma Az-Zahra
Jurnal Riset Kebidanan Indonesia Vol 9, No 1 (2025): Juni
Publisher : AIPKEMA (Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah-'Aisyiyah Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32536/jrki.v9i1.337

Abstract

Perdarahan postpartum merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia. Faktor usia ibu saat melahirkan dipercaya turut berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya komplikasi obstetri, termasuk perdarahan postpartum. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia ibu bersalin dengan kejadian perdarahan postpartum di RSUD Lembang tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis ibu bersalin tahun 2024, dengan total 65 ibu yang memiliki data lengkap mengenai usia dan status perdarahan postpartum. Uji Chi-Square digunakan untuk mengetahui hubungan antarvariabel. Hasil: Perdarahan postpartum terjadi pada semua kelompok usia, dengan proporsi tertinggi pada kelompok usia 35 tahun (52,94%). Namun demikian, hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu dan kejadian perdarahan postpartum (p = 1.000). Simpulan: Meskipun secara statistik tidak signifikan, temuan menunjukkan kecenderungan risiko perdarahan postpartum lebih tinggi pada kelompok usia 20 dan 35 tahun. Oleh karena itu, kelompok usia berisiko tetap perlu mendapat perhatian khusus dalam pelayanan antenatal dan perencanaan persalinan.
Hubungan Usia Dan Paritas Dengan Kejadian Ketuban Pecah Dini Pada Ibu Bersalin Di RSUD Lembang Tahun 2025 Anditri Melati Fitria; Tasya Dwi Indriani; Intan Karlina; Nurul Tri Nurlita; Aulia Zahra Alhafidz; Ai Pitri; Meira Keysha Nuryani Mardiyana; Nabella Daranda Putri; Siti Nurhalizah; Clarisa Salsabila; Syifa Siti Nurjanah; Aufatul Hawa
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1046

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) merupakan salah satu komplikasi obstetri yang berkontribusi signifikan terhadap peningkatan morbiditas ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor usia dan paritas ibu bersalin dengan kejadian KPD di RSUD Lembang pada tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional . Sampel penelitian berjumlah 126 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dari total rekam medis pasien bersalin yang lengkap. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square . Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara usia ibu dengan kejadian KPD ( p-value = 0,007), dimana proporsi KPD lebih dominan pada kelompok usia ekstrem (<20 tahun atau >35 tahun) sebesar 67,7%. Selain itu, ditemukan pula hubungan yang berarti antara karakteristik paritas dengan kejadian KPD ( p-value = 0,001), dengan persentase kejadian KPD mencapai 68,9% pada kelompok paritas berisiko (primipara dan grande multipara). Kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa usia reproduksi ekstrem dan tingkat paritas yang berisiko merupakan indikator ibu yang krusial terhadap risiko terjadinya robekan selaput ketuban dini. Oleh karena itu, disarankan bagi penyedia layanan kesehatan untuk memperkuat sistem deteksi dini dan pemantauan antenatal yang lebih optimal.
Pengabdian Kepada Masyarakat Mengenai Peningkatan Pengetahuan Pasangan Usia Subur Tentang Penggunaan Kontrasepsi Jangka Panjang di Desa Batujajar Anne Loisza; Intan Karlina; Azka Meylita; Nur Aliya Sifa; Salsabila Konita Putri; Dwi Takhsya Ma’ashilhaq; Fadhia Siti Azizah Nuraeni; Hany Hany; Riva Nazia Salsyabila; Salsa Sabila Azzahra; Asti Aida Putri; Chinta Salma Az-Zahra; D. Alni Febrianingsih
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.552

Abstract

Problem with couples of childbearing age (PUS) in Batujaja Barat Village is not merely a matter of participation rates, but rather the inappropriate choice of methods and misperceptions among couples of childbearing age (PUS). Many PUS in the limiting category want to stop having children but continue to use short-term contraception or do not use any contraception at all due to concerns about side effects. The types of long-acting reversible contraception (LARC) introduced in this activity included intrauterine devices (IUDs) and implants. The aim of this community service was to increase PUS knowledge about the safety and advantages of LARC in order to improve the accuracy of its use. The methods used were interactive health education through lectures, two-way discussions, and the use of leaflets. This activity involved 29 PUS at the Kenari 02 Posyandu with a pretest-posttest evaluation design. The evaluation results showed a significant shift in knowledge levels. The evaluation results showed an increase in knowledge levels after the intervention. Before the education, some participants were in the low knowledge category, while after the education there was an increase in the proportion of participants with good knowledge. Statistical analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test showed a significant difference in knowledge levels before and after the intervention (p < 0.05). Before the intervention, there were 10 participants in the low knowledge category (34.48%). After the intervention, the number of respondents with low knowledge decreased to 5 (17.24%). In the adequate knowledge category, the number remained the same, from 9 people (31.03%) in the pretest to 9 people (31.03%) in the post-test. Meanwhile, respondents with good knowledge increased from 10 people (34.48%) before the intervention to 15 people (51.72%) after the intervention. This change proves that the material presented was well absorbed by the participants. Interactive discussions successfully corrected participants' misconceptions and increased their confidence in choosing the right contraceptive method. The conclusion of this activity is that health education effectively improves contraceptive literacy among partners and encourages more stable and safer contraceptive use behaviour.
Family Planning: Solusi Cerdas Untuk Mengurangi Resiko Kesehatan Pada Ibu Yang Beresiko Tinggi Intan Karlina; Rika Rahayu; Hasna Nurhaliza; Arinda Nikita Yusuf; Siti Rahayu
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i2.2404

Abstract

Pemberian informasi yang benar dan tepat sangat penting bagi akseptor keluarga berencana (KB) untuk meningkatkan keyakinan dalam memilih metode kontrasepsi, karena informasi yang salah atau tidak akurat dapat menyebabkan keluhan terkait efek samping dan efektivitas alat kontrasepsi yang digunakan. Penelitian ini berfokus pada penerapan program KB pada ibu dengan risiko tinggi, khususnya yang termasuk dalam kategori 4 Terlalu (Terlalu Muda, Terlalu Rapat, Terlalu Banyak, dan Terlalu Tua). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan program KB di Kampung Ampera, RW 16, Desa Jayagiri, Lembang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, dengan populasi pasangan usia subur (PUS) yang menjadi akseptor KB dan sampel sebanyak 20 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang dirancang untuk mengukur pemahaman dan penerimaan informasi tentang KB, dan dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran tentang efektivitas pemberian informasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai efektivitas pemberian informasi KB bagi ibu berisiko tinggi serta aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dalam program KB. Kesimpulan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan program KB di wilayah tersebut, sehingga akseptor KB dapat membuat keputusan yang lebih baik dan tepat dalam pemilihan metode kontrasepsi.