Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yangmemerlukan terapi hemodialisis seumur hidup. Kepatuhan terhadap restriksi cairanmenjadi aspek penting dalam mencegah peningkatan interdialytic weight gain(IDWG) dan komplikasi serius. Namun, ketidakpatuhan masih sering terjadi padapasien hemodialisis. Efikasi diri merupakan faktor psikologis yang diyakiniberperan dalam membentuk perilaku kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan restriksi cairanpada pasien hemodialisis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode: Penelitian inimenggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional.Sampel penelitian berjumlah 83 pasien gagal ginjal kronik yang menjalanihemodialisis dan diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkanmenggunakan kuesioner efikasi diri dan kuesioner kepatuhan restriksi cairan yangtelah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat danbivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Penelitian menunjukkanbahwa sebagian besar responden memiliki tingkat efikasi diri kategori sedang(38,6%) dan kepatuhan restriksi cairan kategori cukup patuh (41,0%). Uji SpearmanRank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengankepatuhan restriksi cairan dengan nilai koefisien korelasi r = 0,909 dan nilaisignifikansi p < 0,001, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangatkuat. Semakin tinggi tingkat efikasi diri pasien, maka semakin tinggi pula tingkatkepatuhan terhadap pembatasan cairan. Diskusi: Peningkatan efikasi diri melaluistrategi pengaturan asupan cairan seperti edukasi berulang, pemantauan asupancairan harian, pembatasan natrium, serta dukungan psikososial diharapkan dapatmeningkatkan kepatuhan restriksi cairan dan mencegah komplikasi pada pasienhemodialisis.