p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Borneo Nursing Journal
Maria Diah Ciptaningtyas
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kombinasi Terapi Foot Massage Dan Senam Kaki Diabetik Terhadap Nilai Ankle Brachial Indeks Pada Lansia DM Tipe 2 Di Puskesmas Polowijen Kota Malang Eirya Ertistiarsa; Tri Nataliswati; Maria Diah Ciptaningtyas; Fitriana Kurniasari Solikhah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1076

Abstract

Lansia dengan Diabetes Melitus tipe 2 berisiko mengalami gangguan sirkulasi darah perifer akibat aterosklerosis dan hiperglikemia kronis yang menurunkan elastisitas pembuluh darah serta meningkatkan kekakuan arteri. Kondisi ini menyebabkan penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI) dan meningkatkan risiko komplikasi kaki diabetik, sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis untuk memperbaiki sirkulasi perifer. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi foot massage dan senam kaki diabetik terhadap nilai ABI pada lansia DM tipe 2 di Puskesmas Polowijen Kota Malang. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan two group pre-test and post-test design. Sampel berjumlah 32 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan teknik purposive sampling. Dimana kelompok perlakuan mendapatkan kombinasi intervensi foot massage dan senam kaki diabetik, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan intervensi senam kaki diabetik. Analisis data menggunakan Uji statistic Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ABI sebelum intervensi sebagian besar responden berada pada kategori iskemia arteri ringan. Setelah intervensi, pada kelompok perlakuan hampir setengahnya mengalami peningkatan nilai ABI ke kategori borderline dan normal. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna nilai ABI sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok perlakuan (p = 0,001). Uji Mann–Whitney menunjukkan peningkatan nilai ABI kelompok perlakuan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol nilai U = 56.500 (p = 0,003). Disimpulkan bahwa kombinasi foot massage dan senam kaki diabetik berpengaruh terhadap peningkatan nilai ABI pada lansia DM tipe 2 dan diharapkan dapat digunakan sebagai terapi nonfarmakologis untuk membantu memperbaiki sirkulasi perifer pada lansia DM tipe 2.
Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Restriksi Cairan Pada Pasien Hemodialisis Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Chiesa Nadia Putri Benno; Supono; Maria Diah Ciptaningtyas; Tri Anjaswarni
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.1060

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi hemodialisis seumur hidup. Kepatuhan terhadap restriksi cairan menjadi aspek penting dalam mencegah peningkatan interdialytic weight gain (IDWG) dan komplikasi serius. Namun, ketidakpatuhan masih sering terjadi pada pasien hemodialisis. Efikasi diri merupakan faktor psikologis yang diyakini berperan dalam membentuk perilaku kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan restriksi cairan pada pasien hemodialisis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 83 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner efikasi diri dan kuesioner kepatuhan restriksi cairan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat efikasi diri kategori sedang (38,6%) dan kepatuhan restriksi cairan kategori cukup patuh (41,0%). Uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan kepatuhan restriksi cairan dengan nilai koefisien korelasi r = 0,909 dan nilai signifikansi p < 0,001, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangat kuat. Semakin tinggi tingkat efikasi diri pasien, maka semakin tinggi pula tingkat kepatuhan terhadap pembatasan cairan. Diskusi: Peningkatan efikasi diri melalui strategi pengaturan asupan cairan seperti edukasi berulang, pemantauan asupan cairan harian, pembatasan natrium, serta dukungan psikososial diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan restriksi cairan dan mencegah komplikasi pada pasien hemodialisis.