Daniel Julyanto Situmorang
Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS RISIKO DAN OPTIMALISASI MANAJEMEN RANTAI PASOK BATUBARA DI PT PLN INDONESIA POWER UBP SURALAYA MENGGUNAKAN METODE SAFETY STOCK, RE-ORDER POINT DAN FISHBONE DIAGRAM Daniel Julyanto Situmorang; Manik Mahachandra
Industrial Engineering Online Journal Vol 1, No 3 (2026): WISUDA PERIODE JULI TAHUN 2026
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko serta mengoptimalkan manajemen rantai pasok batubara di PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode yang digunakan mencakup perhitungan Safety Stock dan Re-Order Point (ROP) untuk membuktikan secara statistik terjadinya penumpukan batubara (overstock) di area stockpile, serta analisis akar penyebab menggunakan Fishbone Diagram sebagai pendekatan kualitatif. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai persediaan aktual batubara secara konsisten berada di atas ambang batas ROP dan Safety Stock yang telah ditentukan, mengindikasikan ketidakefisienan pengelolaan inventori. Melalui analisis Fishbone Diagram, ditemukan bahwa penumpukan terjadi akibat kelemahan dalam sistem perencanaan pengadaan, kurangnya pemahaman perencana terhadap penggunaan data historis, tidak tersedianya sistem monitoring real-time, serta pengiriman yang tidak fleksibel terhadap kebutuhan aktual. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan perbaikan berupa penyusunan SOP pengadaan berbasis data, integrasi sistem informasi persediaan secara digital, serta pelatihan teknis perencanaan bagi personel terkait. Diharapkan dengan implementasi solusi ini, PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan batubara, meminimalkan risiko overstock, dan menjaga kontinuitas operasional pembangkitlistrik secara optimal.