Indayanti Sanggel
Universitas Victory Sorong, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Kreasi Tempat Tisu dari Stik Es Krim dalam Mengembangkan Kreativitas Mahasiswa Melalui Kerajinan Tangan Henny Nubatonis; Juliet Venessa Lewier; Ishabella Dodowor; Risal Bire; Indayanti Sanggel
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/7y4qpa59

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembuatan tempat tisu berbahan stik es krim sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan kreativitas mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode praktik (project-based learning) yang melibatkan mahasiswa dalam proses perancangan, penyusunan, perakitan, hingga penyelesaian produk kerajinan. Data diperoleh melalui observasi terhadap proses pelaksanaan kegiatan, dokumentasi hasil karya, serta evaluasi terhadap produk yang dihasilkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mampu mengembangkan ide kreatif dalam menentukan desain, memanfaatkan material sederhana menjadi produk yang memiliki nilai fungsional dan estetika, serta meningkatkan keterampilan teknis, ketelitian, kerja sama, dan kemampuan menyelesaikan masalah selama proses pembuatan. Produk yang dihasilkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan tisu, tetapi juga memiliki potensi sebagai produk kerajinan bernilai ekonomi.
Pelatihan Pembuatan Jam Dinding Dekoratif Berbahan Daur Ulang Sebagai Upaya Peningkatan Kreativitas dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Indayanti Sanggel; Jelita Ellsye Picarima; Yunike Masso; Agnes Laratmase; Jhosua Aditya Djorgi
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/ebwn1908

Abstract

Peningkatan volume sampah rumah tangga serta rendahnya kreativitas dan kemandirian ekonomi warga menjadi latar belakang kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini. Kegiatan bertujuan meningkatkan keterampilan dan jiwa wirausaha warga melalui pelatihan pembuatan jam dinding dekoratif berbahan limbah daur ulang seperti bambu, tali rami, kayu, cat akrilik dll. Metode pelaksanaan berupa pelatihan dan pendampingan langsung yang terdiri atas tahap sosialisasi, demonstrasi teknik, praktik pembuatan produk, serta evaluasi hasil karya peserta. Kegiatan difokuskan pada penciptaan produk sebagai luaran utama sehingga survei dan observasi lapangan mendalam tidak dilakukan secara terpisah; identifikasi kebutuhan diperoleh melalui komunikasi awal dengan mitra kegiatan. Hasil pelatihan menunjukkan peserta mampu menghasilkan produk jam dinding dekoratif dengan variasi desain yang layak jual, serta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pengelolaan limbah dan potensi nilai ekonominya. Evaluasi kepuasan peserta menunjukkan penilaian yang positif terhadap kejelasan materi maupun kebermanfaatan pelatihan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong warga untuk mengembangkan usaha kerajinan daur ulang secara mandiri dan berkelanjutan sebagai sumber penghasilan tambahan keluarga.
Remaja Berkarakter di Era Digital Menjaga Etika, Relasi, dan Batasan Diri Susana Magdalena Welly Muskita; Fensca Fenolisa Lahallo; Arce Yulita Ferdinandus; Ratna Rosmauli Pakpahan; Frits Gerit Jhon Rupilele; Beatrix Uwaubun; Indayanti Sanggel; Wita Anisya; Festus Fernandes Dimara; Fibria Mika Lapian
Jurnal Abdimas Peradaban Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Abdimas Peradaban
Publisher : Global Writing Academica Researching and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/v9d0q920

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk membentuk remaja berkarakter digital yang mampu menjaga etika, mengelola relasi sehat, dan menegakkan batasan diri dalam lingkup SMP Negeri 4 Kota Sorong. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui lima tahapan utama: sosialisasi ekosistem sekolah, pelatihan interaktif dengan metode Experiential Learning, penerapan inovasi teknologi (Digital Privacy Checklist dan aplikasi pelacak waktu), pendampingan terpandu melalui Focus Group Discussion (FGD), serta pelembagaan program. Intervensi ini berhasil meningkatkan aspek penguatan karakter siber pelajar. Dampak program menunjukkan peningkatan pemahaman manajemen privasi hingga 90% siswa, serta penurunan laporan konflik siber di grup kelas sebesar 40%. Keberlanjutan jangka panjang dijamin melalui integrasi materi karakter digital ke dalam kurikulum layanan Bimbingan Konseling (BK) sekolah serta optimalisasi peran Duta Karakter Digital sebagai pengawas sebaya (peer monitor).
ANALISIS BINGKAI FOTO ROLLER MULTI-FRAME BERBASIS KAYU SEBAGAI PRODUK INOVATIF MAHASISWA Indayanti Sanggel; Gunawan Payangan; Agnesia Vitarya; Camelia Rahawarin; Juela Manurung; Jelinka Mussa
Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences and Education Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Studies on Humanities, Social Sciences, and Education (IJ
Publisher : GoAcademica CRP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/hajqaa59

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membuat bingkai foto multi frame yang dapat menampilkan beberapa foto sekaligus dalam satu bingkai. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya permintaan dekorasi rumah yang estetik dan fungsional, namun harga bingkai foto multi frame di pasaran relatif mahal. Metode yang digunakan adalah metode pengembangan 4D: Define, Design, Develop, dan Disseminate. Bingkai dibuat dari limbah kayu, kemudian difinishing menggunakan cat kayu besi untuk meningkatkan daya tahan serta nilai estetika. Hasil uji coba menunjukkan bahwa bingkai foto multi frame ini mampu menampilkan 4-8 foto dengan desain unik dan minimalis, memiliki kekuatan yang baik, serta biaya produksi 40% lebih murah dibandingkan produk pabrik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bingkai foto multi frame berbahan daur ulang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan kreatif yang dapat dikembangkan menjadi usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).