Farid Wajdi
Universitas Islam Negeri Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN ETIKA BISNIS ISLAM PADA UMKM DALAM EKONOMI HALAL: TANTANGAN LITERASI SYARIAH DAN KETERBATASAN SUMBER DAYA SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP KEPERCAYAAN DAN KINERJA Farid Wajdi; Baiq Elbadriati; Zulkipli
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 6 No. 2 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v6i2.11609

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang penerapan etika bisnis Islam dalam meningkatkan kepercayaan dan kinerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam konteks persaingan pasar modern dan pertumbuhan ekonomi halal, etika bisnis Islam berfungsi sebagai fondasi penting untuk menjaga integritas bisnis, meningkatkan kepuasan pelanggan, dan mendukung keberlanjutan bisnis. Studi ini menggunakan pendekatan tinjauan pustaka, mengumpulkan data dari artikel jurnal, prosiding konferensi, buku akademik, dan laporan penelitian yang relevan yang diindeks di Google Scholar, SINTA, dan Scopus. Prosedur analisis dilakukan dalam tiga tahap: identifikasi tema, integrasi teoritis, dan sintesis temuan ilmiah untuk menguji hubungan antara etika bisnis Islam, kepercayaan konsumen, dan kinerja UMKM. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam implementasi etika bisnis Islam meliputi rendahnya tingkat literasi Syariah, tekanan persaingan yang mendorong praktik tidak etis, keterbatasan modal dan teknologi, serta hambatan regulasi dan sertifikasi halal. Meskipun demikian, peluang signifikan juga muncul seiring dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan nilai-nilai halal dan integritas bisnis, reputasi etis sebagai faktor pembeda dalam persaingan, dan terbukanya kolaborasi dengan lembaga keuangan Syariah dan pasar halal global. Penerapan etika bisnis Islam telah terbukti memiliki implikasi positif terhadap kualitas layanan, efektivitas operasional, kepuasan pelanggan, dan ekspansi pasar. Dengan demikian, etika bisnis Islam tidak hanya berfungsi sebagai panduan moral tetapi juga sebagai strategi praktis untuk meningkatkan kepercayaan dan memperkuat kinerja berkelanjutan UKM.
DIGITALISASI MOBILE BANKING BSI DI ERA DIGITAL : STRATEGI, TANTANGAN, DAN PELUANG Zulkipli Zulkipli; Riduan Mas’ud; Ahmad Amir Aziz; Muh. Azkar; Farid Wajdi
Jurnal Al-Kharaj: Studi Ekonomi Syariah, Muamalah, dan Hukum Ekonomi Vol. 5 No. 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : IAIN BONE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/alkharaj.v5i2.8977

Abstract

This study aims to analyze the digitalization strategies of mobile banking services implemented by Bank Syariah Indonesia (BSI) and to identify the challenges and opportunities arising from the digital transformation process grounded in Sharia principles. This research employs a qualitative method with a literature review approach, drawing from scholarly journals, reputable articles, and official documents from relevant financial institutions. The findings reveal that BSI adopts three primary strategies in its digitalization efforts: (1) post-merger technology integration, (2) service innovation through the BSI Mobile application, and (3) internal business process transformation. However, several challenges persist, including low levels of digital literacy among the population, limited infrastructure in frontier, outermost, and underdeveloped (3T) regions, competition with conventional digital banks, and the need to ensure Sharia compliance in technological features. On the other hand, BSI holds strategic opportunities to enhance financial inclusion, target the millennial demographic, and actively contribute to the development of a halal digital economic ecosystem through the innovation of Sharia-compliant financial products. With proper management, this digital transformation has the potential to position BSI as a pioneering, adaptive, competitive, and sustainable digital Islamic bank.