Amelia Puspandhari Salsabilla
Universitas Nusantara PGRI Kediri

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI SANGGAR KARAWITAN NAWASENA DALAM MEMPERKUAT KETAHANAN BUDAYA NASIONAL DI ERA DIGITAL : STUDI KASUS DI KABUPATEN BLITAR Ayu Wulandari; Amelia Puspandhari Salsabilla; Anggun Amey Linda Putri; M. Gandung Fajar Fanjalu; Afira Ortaviola Purwono Putri; Irawan Hadi Wiranata
JURNAL MULTIDISIPLIN ILMU AKADEMIK Vol. 3 No. 5 (2026): Oktober
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jmia.v3i5.11919

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan globalisasi menghadirkan tantangan terhadap keberlangsungan budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Sanggar Karawitan Nawasena Cabang Kabupaten Blitar dalam memperkuat ketahanan budaya nasional di era digital serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus, anggota, serta orang tua atau wali murid sanggar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sanggar Nawasena menerapkan dua strategi utama, yaitu pembelajaran karawitan secara tatap muka yang inklusif, nyaman, dan profesional, serta pemanfaatan media sosial Instagram dan TikTok sebagai media promosi dan ruang pertunjukan virtual untuk menjangkau generasi muda. Kegiatan karawitan tidak hanya meningkatkan kemampuan memainkan gamelan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, gotong royong, tanggung jawab, sopan santun, dan kepekaan sosial sehingga berperan sebagai penguat karakter sekaligus penyaring moral di tengah perkembangan digital. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu latihan akibat padatnya kegiatan akademik peserta serta masih adanya pandangan negatif masyarakat terhadap seni tradisional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perpaduan pembelajaran berbasis budaya dengan pemanfaatan teknologi digital efektif memperkuat ketahanan budaya nasional dari tingkat lokal.