Mohammad Roesli
Universitas Merdeka Surabaya, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Land Certification in Indonesia: A Trilemma of Law, Tech, and Society Mohammad Roesli; Yeni Ika Pratiwi
International Journal of Law and Society Vol 5 No 1 (2026): International Journal of Law and Society (IJLS)
Publisher : NAJAHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59683/ijls.v5i1.175

Abstract

This study examines the prospects and challenges of digitizing land certificates in Indonesia, with a focus on legal certainty within the Fourth Industrial Revolution (4IR) framework. Through a socio-legal comparative case study of three distinct regions: Jakarta (high-capacity urban), Yogyakarta (hybrid socio-cultural), and East Nusa Tenggara (low-resource rural), data were collected via semi-structured interviews (n=45). Focus Group Discussions (FGDs) (n=12 sessions), field observations, and normative legal analysis. The findings reveal a clear cross-regional pattern: Jakarta demonstrates strong gains in transparency and efficiency through blockchain pilots; Yogyakarta shows mixed outcomes shaped by digital literacy and gender dynamics; while East Nusa Tenggara experiences net exclusion due to infrastructure deficits. Digitization potential is critically hampered by three interlocking barriers: (1) legal inconsistencies (vertical conflicts within agrarian law hierarchies and horizontal misalignment between UUPA and digital transaction laws); (2) technological disparities (stark digital divide excluding rural communities); and (3) socio-economic exclusion (low digital literacy and gender-based barriers). The study reconceptualizes legal certainty as a multiplex construct, simultaneously technical, legal, and social, and offers an integrated governance-centric framework comprising legal harmonization, tiered technological rollout, and participatory design. It contributes to SDG 16 (peace, justice, and strong institutions) and SDG 9 (innovation and infrastructure).
Efektifitas Penerapan Pasal 303 Bis Kuhp Terhadap Pelaku Perjudian Online (Studi Kasus Putusan Nomor: 2303/Pid.B/2024/Pn.Sby) Arvael Alexander; Mohammad Roesli; Supolo Setyo Wibowo
Journal Evidence Of Law Vol. 4 No. 3 (2025): Journal Evidence Of Law (Desember)
Publisher : CV. Era Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59066/jel.v4i3.1562

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada analisis penerapan Pasal 303 bis KUHP terhadap pelaku perjudian online dalam Putusan Nomor 2303/Pid.B/2024/PN Surabaya serta menelaah dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara tersebut. Metode yang digunakan ialah pendekatan yuridis normatif dengan mengkaji regulasi yang berlaku dan menganalisis studi kasus. Hasil penelitian menegaskan bahwa terdakwa terbukti melakukan praktik perjudian melalui situs web, sehingga dijatuhi pidana bersalah berdasarkan Pasal 303 bis ayat (1) ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan hukuman penjara selama 1 tahun 2 bulan. Dalam pertimbangannya, hakim menilai adanya faktor yang memperberat, yaitu perbuatan terdakwa tidak mendukung pemberantasan judi serta adanya catatan pernah dihukum sebelumnya. Sedangkan faktor yang meringankan meliputi sikap jujur terdakwa dalam mengakui kesalahan dan penyesalannya. Dari temuan ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan Pasal 303 bis KUHP tepat digunakan bagi pelaku yang berperan sebagai pemain, bukan sebagai penyelenggara.