Pendidikan inklusi di Indonesia secara normatif telah didukung oleh berbagai regulasi pemerintah, namun praktiknya, implementasinya di sekolah reguler masih menghadapi kendala besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesiapan serta hambatan nyata yang dihadapi guru dalam mengelola kelas inklusif di Indonesia. Objek riset dalam penelitian ini adalah dokumen ilmiah mengenai kesiapan guru, hambatan guru, dan dinamika kelas inklusif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif melalui studi literatur terhadap artikel ilmiah terbitan lima tahun terakhir (2022-2026) yang dikumpulkan dari Google Scholar dan Research Gate. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi yang meliputi pengumpulan, reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapan guru sangat beragam; secara psikologis guru memiliki motivasi intrinsik dan sikap terbuka yang tinggi, namun secara kognitif mereka tidak siap mengelola pembelajaran adaptif karena keterbatasan latar belakang pendidikan luar biasa. Hambatan utama guru meliputi minimnya bimbingan teknis, beban ganda yang memicu kelelahan kerja, sarana prasarana yang belum aksesibel, serta kelangkaan guru pendamping khusus. Kesimpulannya, penguatan pendidikan inklusi di Indonesia harus fokus pada peningkatan mutu sumber daya manusia melalui rekonstruksi kurikulum calon guru dan pelatihan berkelanjutan serta pemenuhan guru pendamping khusus dan fasilitas ramah disabilitas di setiap sekolah.