Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH EDUKASI BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG RESPRONSIVE FEEDING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAWAN Septi Maulida; Laurensia Yunita; Angga Irawan; Istiqomah Istiqomah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4627

Abstract

Latar Belakang: MPASI sangat penting setelah usia 6 bulan karena ASI eksklusif tidak lagi mencukupi kebutuhan gizi anak. Masalah kurang gizi, termasuk stunting, masih menjadi perhatian serius di Indonesia, dan pola pemberian makanan yang tidak tepat menjadi salah satu penyebabnya. Responsive feeding, metode menyuapi bayi dengan mengenali tanda lapar dan kenyang serta meresponnya secara tepat, dianggap penting untuk meningkatkan asupan makanan anak. Kurangnya pengetahuan ibu tentang responsive feeding mungkin menjadi penyebab masih banyaknya ibu yang tidak mempraktikkannya.Tujuan: Mengetahui Pengaruh Edukasi Booklet Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Responsive Feeding di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan One Group Pretest-Postest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel berjumlah  dengan 57 responden. Penelitian ini menggunakan rumus uji parametric (paired T-test Dependen) jika data berdistribusi normal atau uji Wilcoxon jika data tidak berdistribusi normal.Hasil: sebanyak 38,6% memiliki balita usia 6-9 bulan, 35,1% memiliki Pendidikan SMA, 47,7% responden berusia 20-35 tahun. Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi sebagian besar adalah dengan pengetahuan kurang 50,9% sedangkan setelah pemberian edukasi penghetahuan responden meningkat menjadi 75,4%. Hasil uji Wilcoxon signed test didapatkan nilai Z sebesar -6.102 dan nilai asymp sig. (2-tailed) 0.000 lebih kecil dari tingkat alfa 5% (0,05) sehingga menolak ho, maka terdapat pengaruh pengetahuan ibu sebelum dan setelah pemberian edukasi tentang responsive feeding.Simpulan: Ada pengaruh edukasi booklet terhadap pengetahuan ibu yang memiliki balita usia 6-36 bulan tentang responsive feeding di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan. Kata kunci: edukasi booklet, pengetahuan, responsive feeding
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12 - 59 BULAN DI PUSKESMAS BARU KECAMATAN DUSUN SELATAN Leni Marlina; Laurensia Yunita; Melviani Melviani; Putri Yulianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 11, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4628

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi yang terjadi sebagai akibat dari kekurangan gizi dalam kurun waktu yang cukup lama. Menurut WHO Child Grwoth Standart Stunting dasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z-score)kurang dari 2-SD. Pola asuh merupakan penyebab tidak langsung dari stunting. Dengan pola asuh yang baik dari seorang ibu, dapat mencegah masalah stunting sejak dini. Pola asuh menjadi modal penting bagi tumbuh kembang seorang anakTujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Baru Kecamatan Dusun Selatan.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain Case Control. Jumlah sampel sebanyak 30 orang tua dan balita. Teknik pengambilan sampel Random Sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan sumber data primer, serta dianalisis menggunakan uji Chi Square.Hasil: Dari 30 responden sebagian besar balita mayoritas berusia 25-36 bulan sebanyak 13 orang (43,3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 16 orang (53,3%), usia orang tua balita ≤30 sebanyak 17 orang (56,7%), orang tua memiliki pendidikan SD sebanyak 12 orang (40%), orang tua memiliki pekerjaan sebanyak 22 orang (73,3%), orang tua dengan kategori kurang sebanyak 22 orang (73,3%), kejadian stunting pada balita sebesar 50%. Dan hubungan pola asuh dengan kejadian stunting (p-value=1,000; >0,05)Simpulan: Tidak ada hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita. Bagi orang tua balita agar selalu memantau berat dan tinggi badan setiap bulan sehingga mengurangi risiko stunting. Kata kunci: bayi/balita, orang tua, pola asuh, stunting
PENGARUH EDUKASI BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN IBU TENTANG RESPRONSIVE FEEDING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAWAN Septi Maulida; Laurensia Yunita; Angga Irawan; Istiqomah Istiqomah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4627

Abstract

Latar Belakang: MPASI sangat penting setelah usia 6 bulan karena ASI eksklusif tidak lagi mencukupi kebutuhan gizi anak. Masalah kurang gizi, termasuk stunting, masih menjadi perhatian serius di Indonesia, dan pola pemberian makanan yang tidak tepat menjadi salah satu penyebabnya. Responsive feeding, metode menyuapi bayi dengan mengenali tanda lapar dan kenyang serta meresponnya secara tepat, dianggap penting untuk meningkatkan asupan makanan anak. Kurangnya pengetahuan ibu tentang responsive feeding mungkin menjadi penyebab masih banyaknya ibu yang tidak mempraktikkannya.Tujuan: Mengetahui Pengaruh Edukasi Booklet Terhadap Pengetahuan Ibu Tentang Responsive Feeding di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan pendekatan One Group Pretest-Postest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel berjumlah  dengan 57 responden. Penelitian ini menggunakan rumus uji parametric (paired T-test Dependen) jika data berdistribusi normal atau uji Wilcoxon jika data tidak berdistribusi normal.Hasil: sebanyak 38,6% memiliki balita usia 6-9 bulan, 35,1% memiliki Pendidikan SMA, 47,7% responden berusia 20-35 tahun. Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi sebagian besar adalah dengan pengetahuan kurang 50,9% sedangkan setelah pemberian edukasi penghetahuan responden meningkat menjadi 75,4%. Hasil uji Wilcoxon signed test didapatkan nilai Z sebesar -6.102 dan nilai asymp sig. (2-tailed) 0.000 lebih kecil dari tingkat alfa 5% (0,05) sehingga menolak ho, maka terdapat pengaruh pengetahuan ibu sebelum dan setelah pemberian edukasi tentang responsive feeding.Simpulan: Ada pengaruh edukasi booklet terhadap pengetahuan ibu yang memiliki balita usia 6-36 bulan tentang responsive feeding di Wilayah Kerja Puskesmas Bawan. Kata kunci: edukasi booklet, pengetahuan, responsive feeding
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12 - 59 BULAN DI PUSKESMAS BARU KECAMATAN DUSUN SELATAN Leni Marlina; Laurensia Yunita; Melviani Melviani; Putri Yulianti
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i1.4628

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah gizi yang terjadi sebagai akibat dari kekurangan gizi dalam kurun waktu yang cukup lama. Menurut WHO Child Grwoth Standart Stunting dasarkan pada indeks panjang badan dibanding umur (PB/U) atau tinggi badan dibanding umur (TB/U) dengan batas (z-score)kurang dari 2-SD. Pola asuh merupakan penyebab tidak langsung dari stunting. Dengan pola asuh yang baik dari seorang ibu, dapat mencegah masalah stunting sejak dini. Pola asuh menjadi modal penting bagi tumbuh kembang seorang anakTujuan: Mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Baru Kecamatan Dusun Selatan.Metode: Jenis penelitian kuantitatif, desain Case Control. Jumlah sampel sebanyak 30 orang tua dan balita. Teknik pengambilan sampel Random Sampling.Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan sumber data primer, serta dianalisis menggunakan uji Chi Square.Hasil: Dari 30 responden sebagian besar balita mayoritas berusia 25-36 bulan sebanyak 13 orang (43,3%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 16 orang (53,3%), usia orang tua balita ≤30 sebanyak 17 orang (56,7%), orang tua memiliki pendidikan SD sebanyak 12 orang (40%), orang tua memiliki pekerjaan sebanyak 22 orang (73,3%), orang tua dengan kategori kurang sebanyak 22 orang (73,3%), kejadian stunting pada balita sebesar 50%. Dan hubungan pola asuh dengan kejadian stunting (p-value=1,000; >0,05)Simpulan: Tidak ada hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian stunting pada balita. Bagi orang tua balita agar selalu memantau berat dan tinggi badan setiap bulan sehingga mengurangi risiko stunting. Kata kunci: bayi/balita, orang tua, pola asuh, stunting