Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kinerja Keuangan Sebelum dan Sesudah Initial Public Offering (IPO) Pada Perusahaan Yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2023 Jumarni Rudi; Hartaty Hadady; Suratno Amiro
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.11900

Abstract

Initial Public Offering (IPO) merupakan salah satu strategi perusahaan dalam memperoleh sumber pendanaan eksternal melalui penawaran saham kepada masyarakat. Dana hasil IPO diharapkan mampu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan melalui penguatan struktur modal, peningkatan likuiditas, serta pengembangan kegiatan operasional. Namun demikian, berbagai penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang masih inkonsisten mengenai perubahan kinerja keuangan setelah perusahaan melaksanakan IPO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja keuangan perusahaan sebelum dan sesudah Initial Public Offering (IPO) pada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan sampel sebanyak 30 perusahaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data yang digunakan berupa laporan keuangan perusahaan satu tahun sebelum IPO (2022) dan satu tahun sesudah IPO (2024). Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan uji beda Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada Current Ratio (CR), Quick Ratio (QR), Debt to Equity Ratio (DER), Debt to Asset Ratio (DAR), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), dan Fixed Asset Turnover (FATO). Sebaliknya, Cash Ratio (Cash Ratio), Net Profit Margin (NPM), dan Total Asset Turnover (TATO) tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa IPO mampu meningkatkan likuiditas, memperbaiki struktur modal, serta meningkatkan efektivitas pemanfaatan aset tetap, namun belum mampu meningkatkan efisiensi perusahaan dalam menghasilkan laba bersih maupun efektivitas penggunaan total aset.