Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Work Family Conflict dan Resiliensi terhadap Psychological Well-being Single Mother di Kecamatan Kiaracondong Fitri Anggraeni; Prinska Damara Sastri; Recky Recky
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12206

Abstract

Wanita yang berperan sebagai orang tua tunggal (single mother) memikul tanggung jawab ganda yang berat, yaitu menjadi tulang punggung finansial sekaligus pengasuh utama anak, sehingga rentan memicu benturan peran antara pekerjaan dan keluarga (work family conflict) yang berpotensi mengganggu kesehatan mental (psychological well-being) mereka. Di sisi lain, kemampuan adaptasi atau resiliensi dianggap sebagai kapasitas personal yang penting untuk pulih dari tekanan dan menjaga kesejahteraan psikologis tersebut. Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional ini bertujuan untuk menguji hubungan antara work family conflict dan resiliensi terhadap psychological well-being pada kelompok ibu tunggal pekerja di Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Melalui teknik purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 80 responden yang memenuhi kriteria. Pengumpulan data dalam studi ini menggunakan instrumen skala Work Family Conflict, Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC), dan skala Psychological Well-Being berdasarkan teori Ryff, yang kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson serta korelasi berganda. Hasil analisis data secara parsial mengungkapkan bahwa work family conflict berhubungan signifikan dengan psychological well-being, dan resiliensi juga memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel tersebut. Lebih lanjut, pengujian secara simultan membuktikan bahwa kombinasi work family conflict dan resiliensi berhubungan erat secara signifikan dengan psychological well-being. Temuan ini menegaskan bahwa tingkat konflik peran kerja-keluarga dan ketahanan diri merupakan faktor krusial yang menentukan kondisi psikologis ibu tunggal. Oleh karena itu, upaya penguatan resiliensi serta strategi pengelolaan manajemen konflik peran sangat diperlukan guna meningkatkan psychological well-being mereka.