Ashfa Adlan Haqiqi
Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Kerentanan Website MAN 2 Kebumen Terhadap Serangan Cross-site Scripting (XSS) Menggunakan Owasp ZAP Ashfa Adlan Haqiqi; Fahmi Fachri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12499

Abstract

Website sekolah berperan sebagai media penyampaian informasi dan layanan akademik yang dapat diakses secara luas melalui internet. Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan website, ancaman terhadap keamanan aplikasi web juga semakin meningkat, salah satunya adalah serangan Cross-Site Scripting (XSS). Kerentanan ini terjadi ketika aplikasi gagal melakukan validasi dan sanitasi input secara memadai sehingga penyerang dapat menyisipkan skrip berbahaya yang dieksekusi pada browser pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kerentanan Cross-Site Scripting (XSS) pada website MAN 2 Kebumen serta memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan standar keamanan aplikasi web. Penelitian menggunakan metode Vulnerability Assessment dengan pendekatan deskriptif. Proses pengujian dilakukan menggunakan OWASP Zed Attack Proxy (OWASP ZAP) sebagai alat pemindaian, sedangkan evaluasi hasil mengacu pada OWASP Web Security Testing Guide (WSTG), khususnya kategori Input Validation Testing. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, information gathering, konfigurasi alat, pemindaian website, analisis kerentanan, evaluasi hasil, penyusunan rekomendasi perbaikan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website MAN 2 Kebumen masih memiliki beberapa kerentanan keamanan, dengan temuan utama berupa User Controllable HTML Element Attribute (Potential XSS) yang dikategorikan berisiko tinggi. Verifikasi menggunakan payload XSS menunjukkan bahwa salah satu payload berhasil dieksekusi pada kondisi tertentu, sehingga mengindikasikan adanya kelemahan pada mekanisme validasi dan sanitasi input. Selain itu, ditemukan kelemahan konfigurasi Content Security Policy (CSP) yang berpotensi meningkatkan risiko eksploitasi XSS. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan penerapan validasi input, output encoding, sanitasi input, pembaruan pustaka JavaScript, serta konfigurasi CSP yang lebih ketat guna meningkatkan keamanan website terhadap serangan Cross-Site Scripting.