Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

EVALUASI KERENTANAN KEAMANAN JARINGAN NIRKABEL MENGGUNAKAN METODE PENETRATION TESTING DENGAN AIRCRACK-NG Fathul Anam; Fahmi Fachri
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 10 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v10i1.5387

Abstract

Technological advancements in networking have become an essential component in the information processes of society. With the increasing use of wireless networks, understanding the security of networks connected to the internet is crucial to protect them from hacker attacks. Penetration testing is the first step to improving network security. This study aims to identify and exploit vulnerabilities in wireless networks within the pesantren environment using the Aircrack-ng tool with a dictionary attack technique. The analysis results revealed vulnerabilities, such as weak passwords and a lack of encryption, which could be exploited by malicious actors. Based on these findings, it is recommended to use more complex passwords and update security protocols to strengthen the network defense system. The impact of this study is expected to raise awareness and understanding of the importance of penetration testing in identifying and addressing potential vulnerabilities. Additionally, the results of this research are expected to make a significant contribution to protecting wireless networks in educational institutions, particularly pesantren, from the growing threats of cyberattacks
ANALISIS FORENSIK DIGITAL TELEGRAM PADA ANDROID UNTUK CYBERCRIME DENGAN KERANGKA NASIONAL INSTITUTE OF STANDARD TECHNOLOGY (NIST) Devkya Mutiara Syafitri; Fahmi Fachri
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 10 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v10i1.5402

Abstract

Telegram merupakan aplikasi pesan instan populer yang mengalami peningkatan pengguna dari 60,2% pada tahun 2023 menjadi 61,3% pada tahun 2024. Namun, peningkatan penggunaan ini juga membuka peluang terjadinya kejahatan digital seperti penipuan online. Penelitian ini bertujuan melakukan analisis forensik digital pada aplikasi Telegram di smartphone Android dengan bentuk kejahatannya adalah penipuan penjualan handphone. Metode penelitian menggunakan kerangka kerja NIST yang terdiri dari empat tahapan: Collection, Examination, Analysis, dan Reporting. Alat forensik yang digunakan adalah MOBILedit Forensic Express dan FTK Imager. MOBILedit unggul dalam mengekstraksi berbagai jenis data, termasuk gambar, video, dan pesan suara, meskipun memerlukan smartphone yang di-rooting. Sementara itu, FTK Imager efektif untuk memulihkan percakapan dengan cepat tetapi terbatas pada data teks dan tidak optimal untuk multimedia. Skenario penelitian mensimulasikan kasus penipuan online dalam penjualan produk iPhone melalui Telegram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MOBILedit Forensic berhasil menemukan bukti digital berupa video, foto, dan voice note, sedangkan FTK Imager hanya mampu memulihkan bukti chat. Kedua alat berhasil mengombinasikan bukti keberadaan data digital yang telah dihapus, memungkinkan identifikasi jejak kejahatan digital pada aplikasi Telegram. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemilihan alat forensik yang sesuai untuk memaksimalkan pengumpulan bukti digital, serta memberikan implikasi bahwa metode dan alat forensik yang tepat dapat menjadi solusi dalam mengungkap kasus kejahatan digital secara efektif, khususnya pada platform pesan instan.
IDENTIFIKASI BUKTI DIGITAL PINJAMAN ONLINE MENGGUNAKAN LIVE FORENSIC PADA SISTEM OPERASI PROPRIETARY Islahiyatul Ilma Mubarokah; Fahmi Fachri
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 10 No 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v10i1.5514

Abstract

Teknologi informasi dan komunikasi berkembang pesat seiring dengan peningkatan kualitas hidup manusia. Namun, kemajuan ini juga memunculkan berbagai tantangan, termasuk meningkatnya kejahatan dunia maya (cybercrime). Salah satu tantangan tersebut adalah upaya pelaku kejahatan untuk menghapus barang bukti elektronik yang tersimpan dalam Random Access Memory (RAM) guna menghindari jerat hukum. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis forensik digital dengan fokus pada pemulihan barang bukti yang telah dihapus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti pedoman dari National Institute of Standards and Technology (NIST), yang mencakup empat tahap utama: pengumpulan, perolehan, analisis, dan pelaporan. Untuk mendukung proses pemulihan bukti digital, alat forensik yang digunakan termasuk perangkat lunak yang umum digunakan dalam bidang ini, seperti FTK Imager dan WinHex. Alat-alat ini digunakan untuk mengevaluasi efektivitas dalam memulihkan data penting, seperti percakapan WhatsApp yang berkaitan dengan kasus penipuan pinjaman online. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keberhasilan yang signifikan dalam memulihkan bukti digital yang relevan. Sebagai contoh, lebih dari 85% dari data yang dihapus berhasil dipulihkan menggunakan metode yang diterapkan. Temuan ini menunjukkan bahwa teknik forensik digital yang digunakan dapat memberikan kontribusi besar dalam mengatasi tantangan penghapusan barang bukti elektronik, khususnya dalam kasus cybercrime. Penelitian ini juga berkontribusi pada pengembangan teknik live forensics untuk meningkatkan efektivitas dalam investigasi kejahatan dunia maya
ANALISIS FORENSIK DIGITAL PADA FILE STEGANOGRAFI MENGGUNAKAN FTK IMAGER DAN WINHEX DALAM KASUS PEREDARAN NARKOBA DENGAN LIVE FORENSICS Aulia Fitriani Shabira; Fahmi Fachri
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 10 No 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v10i2.6020

Abstract

Drug trafficking in the digital era is increasingly sophisticated with the utilization of information technology, one of which is the use of steganography techniques to hide information in digital media. This research analyzes the digital evidence hidden in steganography files using the Live Forensics approach. The method used in this research is the National Institute of Standards and Technology (NIST), which consists of four main stages: collection, examination, analysis, and reporting. Digital evidence acquisition was conducted on active devices to obtain data stored in RAM as well as traces of activity in the TOR Browser and Telegram apps. The analysis process used forensic tools such as FTK Imager, WinHex, and Steghide to detect and extract hidden messages in the steganography files. During the investigation, there were several technical challenges, such as the use of TOR Browser which made it difficult to trace the source of the data traffic, as well as other anti-forensic techniques that attempted to erase traces of communication and file storage locations. Addressing these challenges requires live forensics strategies and the utilization of volatile memory to access information that is not permanently stored. The results show that the Live Forensics method is effective in uncovering digital evidence related to drug communication and trafficking, including the storage location of evidence disguised through steganography. With these findings, steganalysis techniques can be used as anti-forensic mitigation in cyber crime investigations. This research contributes to the development of the digital forensics field by demonstrating the successful application of a combination of live forensics acquisition and steganalysis techniques in real-life situations. In addition, the findings generated can be used as a reference in designing standard procedures for investigating cybercrime cases that utilize steganography techniques.
ANALISIS KEAMANAN WEBSITE PLANET KOMPUTER KEBUMEN MENGGUNAKAN METODE VULNERABILITY ASSESSMENT DENGAN TEMUAN 4 KERENTANAN TINGKAT MENENGAH: SECURITY ANALYSIS OF PLANET KOMPUTER KEBUMEN WEBSITE USING VULNERABILITY ASSESSMENT METHOD AND FINDINGS OF MEDIUM-LEVEL VULNERABILITIES Muhamad Wafa Miftahul Anwar; Fahmi Fachri
Rabit : Jurnal Teknologi dan Sistem Informasi Univrab Vol 10 No 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/rabit.v10i2.6083

Abstract

This research aims to analyze the security of Planet Komputer Kebumen's website by applying the Vulnerability Assessment method. This approach was conducted to identify and evaluate potential security vulnerabilities in the website system. The research method consists of several stages: initial information gathering using Whois and Nmap, vulnerability scanning using OWASP ZAP 1.15.0, result analysis, and formulation of improvement recommendations. The research results show no high-risk vulnerabilities were found, however, 4 medium-level vulnerabilities, 4 low-level vulnerabilities, and 5 informational findings were identified. Major vulnerabilities include the absence of Content Security Policy, insecure transition from HTTP to HTTPS in forms, lack of anti-clickjacking headers, and suboptimal server security configurations. Based on these findings, improvement recommendations were formulated focusing on implementing appropriate security headers, protecting sensitive files, consistent use of HTTPS, and more secure cache and session management. This research demonstrates the importance of periodic security evaluations for SMEs to understand digital security risks and take appropriate preventive measures.
Forensik Barang Bukti Promosi Judi Online Tiktok Live Gift Menggunakan NIST Kaffin Feri Handi Yuwono; Fahmi Fachri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan metode NIST SP 800-86 dalam mengidentifikasi jejak digital terkait promosi judi online pada fitur TikTok Live Gift. Tantangan utama dalam forensik aplikasi TikTok terletak pada dinamika data yang sangat cepat serta belum adanya prosedur akuisisi data standar yang diakui. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengikuti tahapan sistematis kerangka kerja NIST, yakni collection, examination, analysis, dan reporting. Data diakuisisi melalui fitur Download Your Data resmi dan dianalisis secara mendalam menggunakan perangkat lunak forensik FTK Imager, Autopsy, serta otomasi skrip pemrograman Python. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode NIST SP 800-86 berhasil diterapkan secara sistematis dengan tingkat keberhasilan identifikasi artefak digital mencapai 85%, di mana 17 dari 20 target artefak berhasil direkonstruksi dengan validitas tinggi yang dibuktikan melalui konsistensi nilai hash dan kelengkapan metadata. Meskipun ditemukan keterbatasan pada ketersediaan data spesifik seperti username, gift name, dan timestamp dalam berkas ekspor resmi, penelitian ini tetap memberikan kontribusi signifikan berupa prosedur teknis forensik yang valid bagi aparat penegak hukum. Temuan ini menjadi landasan penting bagi pengembangan metode akuisisi data yang lebih komprehensif di masa depan untuk menangani kasus kejahatan siber yang semakin kompleks. Penelitian ini membuktikan bahwa keterbatasan data platform bukanlah kegagalan metode, melainkan indikator kebutuhan teknik akuisisi fisik yang lebih mendalam pada investigasi forensik media sosial.
Analisis Kerentanan Website MAN 2 Kebumen Terhadap Serangan Cross-site Scripting (XSS) Menggunakan Owasp ZAP Ashfa Adlan Haqiqi; Fahmi Fachri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12499

Abstract

Website sekolah berperan sebagai media penyampaian informasi dan layanan akademik yang dapat diakses secara luas melalui internet. Seiring dengan meningkatnya pemanfaatan website, ancaman terhadap keamanan aplikasi web juga semakin meningkat, salah satunya adalah serangan Cross-Site Scripting (XSS). Kerentanan ini terjadi ketika aplikasi gagal melakukan validasi dan sanitasi input secara memadai sehingga penyerang dapat menyisipkan skrip berbahaya yang dieksekusi pada browser pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kerentanan Cross-Site Scripting (XSS) pada website MAN 2 Kebumen serta memberikan rekomendasi perbaikan berdasarkan standar keamanan aplikasi web. Penelitian menggunakan metode Vulnerability Assessment dengan pendekatan deskriptif. Proses pengujian dilakukan menggunakan OWASP Zed Attack Proxy (OWASP ZAP) sebagai alat pemindaian, sedangkan evaluasi hasil mengacu pada OWASP Web Security Testing Guide (WSTG), khususnya kategori Input Validation Testing. Tahapan penelitian meliputi identifikasi masalah, information gathering, konfigurasi alat, pemindaian website, analisis kerentanan, evaluasi hasil, penyusunan rekomendasi perbaikan, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website MAN 2 Kebumen masih memiliki beberapa kerentanan keamanan, dengan temuan utama berupa User Controllable HTML Element Attribute (Potential XSS) yang dikategorikan berisiko tinggi. Verifikasi menggunakan payload XSS menunjukkan bahwa salah satu payload berhasil dieksekusi pada kondisi tertentu, sehingga mengindikasikan adanya kelemahan pada mekanisme validasi dan sanitasi input. Selain itu, ditemukan kelemahan konfigurasi Content Security Policy (CSP) yang berpotensi meningkatkan risiko eksploitasi XSS. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan penerapan validasi input, output encoding, sanitasi input, pembaruan pustaka JavaScript, serta konfigurasi CSP yang lebih ketat guna meningkatkan keamanan website terhadap serangan Cross-Site Scripting.
Analisis Bukti Digital Video Tiktok Menggunakan Kerangka DFRWS untuk Investigasi Forensik Digital Rizky Bayu Adhitya; Fahmi Fachri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11251

Abstract

TikTok sebagai platform media sosial berbasis video pendek menghasilkan berbagai artefak digital yang berpotensi digunakan sebagai bukti dalam investigasi forensik digital, khususnya ketika konten video atau pesan telah dihapus dari antarmuka aplikasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan kerangka Digital Forensics Research Workshop (DFRWS) dalam proses pemulihan bukti digital TikTok serta mengidentifikasi jenis artefak yang masih dapat ditemukan setelah penghapusan data. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus forensik digital berbasis simulasi pada perangkat Samsung J2 dengan kondisi root dan aplikasi TikTok versi 34.5.4. Proses investigasi dilakukan melalui tahapan identification, preservation, collection, examination, analysis, dan presentation dengan bantuan FTK Imager, Autopsy, dan MOBILedit Forensic. Data uji berupa enam video TikTok dan aktivitas pesan yang sengaja dihapus untuk menguji kemungkinan pemulihan artefak pada perangkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua dari enam artefak video berhasil ditemukan kembali, sehingga tingkat keberhasilan recovery video mencapai 33,33%. Selain itu, ditemukan artefak pendukung berupa DM atau pesan, timestamp, metadata, cache, log aktivitas, serta nilai hash file yang dapat membantu rekonstruksi aktivitas pengguna. Temuan ini menunjukkan bahwa kerangka DFRWS dapat digunakan sebagai alur kerja sistematis dalam investigasi bukti digital TikTok. Namun, pemulihan file video masih memiliki keterbatasan sehingga analisis forensik perlu memperhatikan keseluruhan artefak pendukung, bukan hanya file utama yang terhapus.
INVESTIGASI PENIPUAN WHATSAPP BERBASIS INTEGRATED DIGITAL FORENSIC INVESTIGATION FRAMEWORK v2(IDFIF v2) PADA PESAN TERHAPUS Siti Nur Ashfia; Fahmi Fachri
E-Link: Jurnal Teknik Elektro dan Informatika Vol. 21 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/e-link.v21i1.11709

Abstract

Kasus penipuan online melalui aplikasi WhatsApp semakin meningkat seiring tingginya penggunaan layanan pesan instan di Indonesia. Permasalahan utama dalam investigasi digital adalah data komunikasi yang mudah dihapus sehingga menyulitkan proses pembuktian. Penelitian bertujuan menerapkan metode Integrated Digital Forensic Investigation Framework v2 (IDFIF v2) untuk mengungkap artefak digital pada dugaan kasus penipuan melalui WhatsApp di perangkat Android. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif eksperimental dengan tahapan IDFIF v2 meliputi preparation, incident response, laboratory process, dan presentation. Proses akuisisi data dilakukan menggunakan Andriller, sedangkan analisis basisdata dilakukan menggunakan DB Browser for SQLite terhadap file msgstore.db. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Andriller berhasil mengekstraksi artefak digital berupa file media WhatsApp yang telah terhapus, seperti gambar dan video. Analisis  database menunjukkan adanya aktivitas komunikasi serta ditemukan 22 pesan yang telah dihapus. Isi pesan dalam database tersebut tidak dapat dipulihkan secara langsung, metadata yang diperoleh dapat mendukung proses investigasi. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi Andriller dan SQLite dapat memberikan kontribusi dalam pembuktian digital, namun masih memiliki keterbatasan pada pemulihan isi pesan terhapus. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu mengombinasi tools dan metode lain untuk meningkatkan efektivitas proses investigasi.            
Investigasi Forensik Digital Artefak WhatsApp pada Skenario Penipuan Mengatasnamakan Bank BRI Menggunakan Metode NIJ Silva Ayu Andesti; Fahmi Fachri
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1483

Abstract

WhatsApp merupakan aplikasi pesan instan yang berpotensi menyimpan artefak penting dalam investigasi forensik digital. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode National Institute of Justice (NIJ) untuk menginvestigasi artefak WhatsApp pada skenario simulasi penipuan yang mengatasnamakan Bank BRI. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus forensik digital berbasis simulasi pada perangkat Samsung J2 Android 5.1.1 dalam kondisi root dengan WhatsApp versi 2.26.23.73. Artefak target terdiri atas 20 pesan teks, 10 pesan suara, 4 foto, 4 video, dan 2 tautan palsu yang dihapus dari antarmuka aplikasi. Proses investigasi dilakukan melalui tahapan identification, collection, examination, analysis, dan reporting menggunakan MOBILedit Forensic Express v10.1, Autopsy v4.19.3, dan FTK Imager v4.5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26 dari 40 artefak berhasil ditemukan kembali dengan tingkat recovery 65%. Perbandingan tools menunjukkan MOBILedit Forensic menemukan 21 artefak atau 52,5%, Autopsy 20 artefak atau 50%, dan FTK Imager 12 artefak atau 30%. Temuan per tools tidak dijumlahkan sebagai artefak unik karena berpotensi tumpang tindih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode NIJ dapat digunakan secara sistematis dalam investigasi artefak WhatsApp terhapus.