Penggunaan pestisida dalam sektor pertanian bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan mengendalikan organisme pengganggu tanaman, namun penggunaan pestisida yang tidak aman dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pada petani akibat paparan bahan kimia berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan kesehatan pada petani padi pengguna pestisida di Desa Pudak, Kecamatan Muara Kumpeh, Kabupaten Muara Jambi Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 196 petani padi dengan jumlah sampel sebanyak 107 responden yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 83 responden (77,6%) mengalami keluhan gangguan kesehatan akibat paparan pestisida. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara umur dengan keluhan gangguan kesehatan (p-value = 0,000) dan masa kerja dengan keluhan gangguan kesehatan (p-value = 0,000). Sementara itu, variabel pengetahuan (p-value = 0,781), kelengkapan penggunaan alat pelindung diri (APD) (p-value = 0,208), lama penyemprotan (p-value = 0,348), dan frekuensi penyemprotan (p-value = 1,000) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan keluhan gangguan kesehatan pada petani padi pengguna pestisida. Penelitian ini menyimpulkan bahwa umur dan masa kerja merupakan faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan kesehatan pada petani padi pengguna pestisida di Desa Pudak. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif berupa penyuluhan kesehatan, penggunaan pestisida secara aman, penggunaan APD yang benar, serta pemeriksaan kesehatan berkala guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan pestisida pada petani.