Raihani Wirdati
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, Sumatera Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Status Imunisasi Rutin dengan Kejadian Stunting di Indonesia Raihani Wirdati; Vivi Triana; Mery Ramadani
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 13 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/akrhv616

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi sebesar 19,8% pada tahun 2024. Imunisasi berperan dalam mencegah penyakit infeksi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status imunisasi rutin dengan kejadian stunting serta mengidentifikasi faktor perancu dan pemodifikasi efek pada anak usia 24–59 bulan di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain potong lintang menggunakan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024. Sebanyak 164.215 anak usia 24–59 bulan dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Variabel dependen adalah stunting, sedangkan variabel independen utama adalah status imunisasi rutin. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 18,6%. Setelah dikontrol berdasarkan pendidikan ibu, status ekonomi, berat badan lahir, dan kunjungan antenatal care (ANC), anak yang tidak memperoleh imunisasi sama sekali memiliki prevalensi stunting 1,43 kali lebih tinggi (PR = 1,43; 95% CI:1,35–1,51), sedangkan anak yang memperoleh imunisasi sebagian memiliki prevalensi stunting 1,25 kali lebih tinggi (PR = 1,25; 95% CI:1,21–1,29) dibandingkan anak yang memperoleh imunisasi lengkap. Hasil stratifikasi menunjukkan bahwa pendidikan ibu, tempat tinggal, dan berat badan lahir memodifikasi hubungan antara status imunisasi rutin dan kejadian stunting. Status imunisasi rutin berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada anak usia 24–59 bulan di Indonesia sehingga peningkatan cakupan dan kelengkapan imunisasi rutin perlu menjadi prioritas dalam upaya pencegahan stunting.