Suci Permata Sari
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI BPRS MUAMALAT HARKAT DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS MASYARAKAT TERHADAP PERBANKAN SYARIAH MELALUI PRODUK TABUNGAN MUAMALAT Suci Permata Sari; Eka Sri Wahyuni; Eeng Juli Efrianto
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Juli 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v5i1.1665

Abstract

Persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif menuntut setiap lembaga keuangan syariah untuk memiliki strategi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk dan layanan yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi yang diterapkan BPRS Muamalat Harkat Bengkulu dalam membangun brand awareness masyarakat terhadap perbankan syariah melalui Produk Tabungan Muamalat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak internal bank serta nasabah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, edukasi mengenai prinsip dan produk perbankan syariah, peningkatan kualitas pelayanan, pelaksanaan promosi melalui berbagai media, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran. Implementasi strategi tersebut mampu meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap BPRS Muamalat Harkat, meskipun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan aktivitas promosi digital, dan persaingan dengan bank umum maupun bank syariah berskala nasional. Berdasarkan temuan penelitian, tingkat brand awareness masyarakat masih didominasi pada tahap brand recognition dan mulai berkembang menuju brand recall. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan membangun brand awareness tidak hanya bergantung pada aktivitas promosi, tetapi juga pada konsistensi edukasi, kualitas pelayanan, serta komunikasi pemasaran yang berkelanjutan.