Eka Sri Wahyuni
UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mosque-Based Economic Empowerment as Living Sharia Economic Law: Principles and Challenges Yenti Sumarni; Desi Isnaini; Eka Sri Wahyuni
Al-Iqtishad: Jurnal Ilmu Ekonomi Syariah Vol. 17 No. 2 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/aiq.v17i2.50027

Abstract

This study analyzes mosque-based economic empowerment as a form of community implementation of Sharia economic law beyond formal Islamic financial institutions. Using a qualitative, exploratory approach through interviews and focus group discussions, this research investigates how mosques serve as sites for sharia-compliant economic practices, including cooperatives, microfinance, and community entrepreneurship. The findings indicate that mosque-based economic activities reflect core principles of Islamic economic law, including justice, mutual consent, the prohibition of usury, and public benefit. However, normative challenges persist due to the lack of inclusive policies and structured governance, as well as limited formal institutional support. Overall, this study highlights mosque-based economic empowerment as a dynamic expression of living Islamic economic law. Keywords: mosque-based economic empowerment; sharia economic law; Islamic entrepreneurship   Abstrak Penelitian ini menganalisis pemberdayaan ekonomi berbasis masjid sebagai bentuk implementasi hukum ekonomi Syariah oleh masyarakat, di luar lembaga keuangan Islam formal. Dengan pendekatan kualitatif dan eksploratif melalui wawancara dan diskusi kelompok terfokus, penelitian ini menggali bagaimana masjid berperan sebagai tempat mempraktikan aktivitas ekonomi yang sesuai syariah, termasuk koperasi, pembiayaan mikro, dan kewirausahaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi berbasis masjid mencerminkan prinsip-prinsip pokok hukum ekonomi Islam, seperti keadilan, kesepakatan bersama, larangan riba, dan manfaat bagi masyarakat. Namun, tantangan normatif tetap ada karena kurangnya kebijakan inklusif, tata kelola yang terstruktur, serta dukungan lembaga formal. Secara umum, penelitian ini menegaskan bahwa kewirausahaan berbasis masjid merupakan ekspresi dinamis dari hukum ekonomi Islam yang hidup di masyarakat. Kata Kunci: pemberdayaan ekonomi berbasis masjid; hukum ekonomi syariah; kewirausahaan Islam
STRATEGI BPRS MUAMALAT HARKAT DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS MASYARAKAT TERHADAP PERBANKAN SYARIAH MELALUI PRODUK TABUNGAN MUAMALAT Suci Permata Sari; Eka Sri Wahyuni; Eeng Juli Efrianto
KENDALI: Economics and Social Humanities Vol. 5 No. 1 (2026): KENDALI: Economics and Social Sciences Humanities, Juli 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/kendali.v5i1.1665

Abstract

Persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif menuntut setiap lembaga keuangan syariah untuk memiliki strategi yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk dan layanan yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi yang diterapkan BPRS Muamalat Harkat Bengkulu dalam membangun brand awareness masyarakat terhadap perbankan syariah melalui Produk Tabungan Muamalat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pihak internal bank serta nasabah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi sosialisasi secara langsung kepada masyarakat, edukasi mengenai prinsip dan produk perbankan syariah, peningkatan kualitas pelayanan, pelaksanaan promosi melalui berbagai media, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana komunikasi pemasaran. Implementasi strategi tersebut mampu meningkatkan pengenalan masyarakat terhadap BPRS Muamalat Harkat, meskipun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan aktivitas promosi digital, dan persaingan dengan bank umum maupun bank syariah berskala nasional. Berdasarkan temuan penelitian, tingkat brand awareness masyarakat masih didominasi pada tahap brand recognition dan mulai berkembang menuju brand recall. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan membangun brand awareness tidak hanya bergantung pada aktivitas promosi, tetapi juga pada konsistensi edukasi, kualitas pelayanan, serta komunikasi pemasaran yang berkelanjutan.